Eks Waka Komnas HAM Sebut Hati Orang Papua Belum Dimenangkan

CNN Indonesia | Sabtu, 08/05/2021 10:45 WIB
Eks Wakil Ketua Komnas HAM Stanley Adi menyatakan hati orang Papua selama ini belum dimenangkan pemerintahan saat ini. Ilustrasi. Warga Papua yang tengah berdemonstrasi. (Foto: cnnindonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks Komisioner Komnas HAM, Stanley Adi Prasetyo menyebut bisa jadi pelabelan teroris yang diberikan pemerintah kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) lantaran Pemerintahan Joko Widodo mulai putus asa.

Keputusasaan itu, kata Stanley,terkait dengan sulitnya memenangkan hati masyarakat Papua setelah 7 tahun memerintah.

"Jangan-jangan ini memasuki tujuh tahun pemerintahan, Jokowi udah mulai putus asa nih bagaimana memenangkan hati orang Papua," kata Stanley dalam diskusi daring bertajuk DOM Terselubung di Papua yang digelar Jubi.co.id, Jumat (7/5).

Oleh karena itu, OPM kemudian ditetapkan sebagai teroris dengan tujuan bisa menggerakkan operasi militer dengan masif. Apalagi kata dia, pemerintah melalui TNI juga telah menyiapkan 400 prajurit yang tergabung dalam Prajurit Setan untuk diberangkatkan ke Papua.

"Dan konon mereka sudah dilatih untuk bertempur di hutan dan bisa menembak sasaran-sasaran dengan lebih pasti dibandingkan pasukan sebelumnya," kata dia.

Meski begitu, Stanley menilai upaya yang dilakukan pemerintah selama ini apalagi dengan label teroris justru tak memenangkan hati masyarakat Papua. Jokowi sendiri, katanya, memang terlihat sangat berusaha memenangkan hati warga Papua, bahkan sejak 2014 lalu.

"Pak Jokowi ketika di periode pertama kampanye berusaha memenangkan hati orang Papua. bahkan kemudian mengatakan satu bulan dalam satu tahun akan berkantor di Papua," kata dia.

Memang kata dia, banyak harapan muncul ketika Jokowi terpilih sebagai presiden pada periode pertama 2014 lalu. Apalagi harapan itu diperkuat dengan kedatangan Jokowi ke Papua tak lama setelah dilantik jadi presiden.


Kontak Senjata

Diketahui, Kantor Polsek Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, diduga ditembaki oleh Kelompok kriminal bersenjata (KKB)Parengen, Jumat (7/5). Rumah warga pun jadi korban pembakaran.

"Pada Hari Jumat, 7 Mei 2021 pukul 19.01 WIT telah terdengar 2 kali tembakan yang diarahkan ke polsek oleh kelompok teroris KKB Parengen anak buah teroris pimpinan Lerrymayu,"ujar Kepala satgas Humas Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5) malam.

Ia menduga kelompok yang merupakan anak buah dari Lerrymayu itu datang dari Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Papua.

(tst/asa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK