Ada Objek Wisata yang Tetap Buka, Jabar Sebar 15 Ribu Antigen

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 03:10 WIB
Kadisparbud Jabar mengatakan 15 ribu antigen disebar pihaknya ke destinasi wisata favorit yang tak tutup karena bukan berada di zona merah Covid. Gedung Sate yang menjadi perkantoran Pemprov Jabar juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di kota Bandung. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Bandung, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, pihaknya menyiapkan 15 ribu alat rapid test antigen dalam rangka deteksi kasus Covid-19 di destinasi wisata selama masa libur lebaran 2021.

Rapid test antigen itu akan diberikan secara acak di destinasi wisata yang berpotensi mendatangkan banyak wisatawan.

"Apabila ada pergerakan menuju objek wisata, kita lakukan antisipasi. Ada 15 ribu antigen yang akan kita sebar ke tempat-tempat wisata," kata Dedi, Bandung, Senin (10/5).


Dedi menjelaskan, tes antigen tersebut bakal dilakukan pada 8-9 Mei 2021 dan 15-16 Mei 2021.

Sesuai arahan Kapolri, katanya, destinasi wisata yang berada di daerah berstatus zona merah atau risiko tinggi akan ditutup.

Di samping itu, antisipasi perlu disiapkan manakala ada pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata setelah masa pelarangan mudik berakhir.

"Setelah lebaran kan ada pergerakan. Kalau sekarang larangan untuk mudik sudah kami antisipasi. Disparbud Jabar dan kabupaten/kota sudah menyiapkan antisipasi. Yaitu 3T, Testing-Tracing-Treatment. Salah satunya testing melalui tes secara acak apabila ada pengunjung ke destinasi wisata," tutur Dedi.

Infografis BNPB Libur Asyik Tanpa Mudik(Dok. Satgas Covid-19)

Selain melaksanakan tes secara acak, Disparbud Jabar dan Disparbud kabupaten/kota di Jabar akan memonitor pembatasan jumlah pengunjung, pembatasan jam operasional, serta penerapan protokol kesehatan di hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan, dan destinasi wisata.

"Kami bekerja sama dengan Jabar Digital Service terkait pendataan. Nanti setiap tempat wisata kami akan pasang secara digital perhitungan kapasitas. Misalnya kapasitasnya 500. Nanti ada pemberitahuan: 'Di sini kapasitas sudah penuh. Anda tidak bisa datang ke tempat wisata itu'," kata Dedi.

Dedi berharap antisipasi yang sudah disusun secara komprehensif oleh Disparbud Jabar dan Kabupaten/Kota dapat mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 saat Lebaran nanti, terutama di destinasi wisata.

Pemerintah pusat sendiri telah menetapkan masa pembatasan perjalanan atau larangan mudik lebaran /Hari Raya Idul Fitri 1442 H selama 6-17 Mei 2021. Larangan mudik itu diterapkan untuk mencegah perluasan penularan Covid-19.

(hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK