Warga DKI Meninggal Usai Vaksinasi, AstraZeneca Tetap Dipakai

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 22:35 WIB
Kementerian Kesehatan tidak ingin membuang waktu dan terus melanjutkan program vaksinasi menggunakan AstraZeneca. Pemerintah Indonesia akan terus menggunakan vaksin AstraZeneca meski terdapat banyak kasus di negara lain (REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia menyatakan program vaksinasi virus corona (Covid-19) menggunakan AstraZeneca akan terus dilanjutkan meski ada warga DKI Jakarta meninggal dunia diduga akibat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Sejauh ini, kajian dan investigasi kasus tersebut juga masih belum rampung.

"Tetap dilanjutkan vaksinasi, karena dalam prinsipnya Kemenkes pelaksanaan. Jadi ya kita jangan buang waktu, kita mendorong terus vaksinasi, karena WHO sendiri rekomendasinya masih tetap dilanjutkan," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (10/5).


Nadia menyebut masih banyak negara di Eropa dan lainnya yang tetap menggunakan vaksin AstraZeneca, meski terdapat beberapa dugaan KIPI yang dilaporkan. Misalnya berupa pembekuan darah atau blood clot.

Selain itu, berdasarkan data Komnas KIPI, belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Dalam beberapa kasus sebelumnya, orang yang meninggal usai disuntik vaksin bukan karena jenis vaksin yang diterimanya, melainkan penyebab lain.

"Jadi terkait keputusan vaksinnya ditunda kita tunggu saja hasil dari Komda dan Komnas KIPI. Tapi vaksinasi tetap jalan, apalagi kan jumlah vaksin terbatas jadi jangan sampai kita menunda vaksinasi," ungkap Nadia.

Sebelumnya, warga DKI Jakarta Trio Fauzi Virdau s. Pria berusia (22) meninggal dunia sehari usai menerima suntikan dosis pertama vaksin AstraZeneca di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/5) lalu.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari menilai belum ada bukti kuat kuat yang membuktikan keterkaitan antara kematian Trio dengan KIPI vaksin AstraZeneca. Namun, investigasi masih terus dilakukan.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, meminta agar penggunaan vaksin Covid-19, AstraZeneca dihentikan untuk sementara jika terbukti bermasalah.

Ia mengaku, sudah memberikan catatan kepada Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) agar berhati-hati dalam penggunaan vaksin AstraZeneca.

Menurutnya, catatan itu diberikan menyikapi perkembangan situasi penggunaan AstraZeneca di sejumlah negara.

"Kalau memang barangnya ini masih bermasalah, sebaiknya di-hold dulu, jangan sampai lagi muncul korban-korban berikutnya yang tidak perlu, yang bisa membuat masyarakat kita jadi korban karena AstraZeneca," kata Melki kepada wartawan, Senin (10/5).

(khr/mts/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK