Kesaksian Kala Pemudik Motor Lolos Pos Penyekatan Karawang
CNN Indonesia
Selasa, 11 Mei 2021 12:39 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Petugas melakukan diskresi meloloskan sejumlah pemudik untuk mencegah kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Jakarta, CNN Indonesia --
Lebih dari 100 kendaraan bermotor roda dua memadati arus lalu lintas di sekitar Pos Penyekatan Larangan Mudikdi Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede, Karawang, Jawa Barat pada Senin (10/5) dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.00 WIB.
Dengan berboncengan dan membawa tas selayaknya orang yang ingin mudik jelang lebaran mereka berhasil memaksa Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan (Dishub) membuka pembatas jalan dan membiarkan mereka melintasi Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede.
Salah seorang pedagang makanan di sekitar lokasi, Budi--bukan nama sebenarnya--mengatakan bahwa penumpukan kendaraan kerap terjadi dalam beberapa hari terakhir, khususnya di malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan kesaksiannya, penumpukan kendaraan yang paling parah terjadi pada Senin (10/5) dinihari, di mana lebih dari 100 pengendara roda dua yang hendak menuju ke arah Cirebon memadati seluruh ruas jalan Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede, termasuk yang menuju arah Bekasi.
"Padat itu malam Senin, sekitar jam 01.00 WIB. Itu sampai jalur yang ke arah Bekasi dipakai juga sama motor," kata Budi saat ditemui CNNIndonesia.com, Selasa (11/5).
Situasi berbeda terlihat pada Selasa (11/5) siang. Situasi arus lalu lintas berjalan lancar.
Aktivitas pengecekan terhadap pengendara yang melintas yang dilakukan oleh petugas gabungan pun terpantau hanya dilakukan sementara, sejak sekitar pukul 10.00 WIB.
Memasuki pukul 11.00 WIB, aktivitas pengecekan terhadap pengendara yang melintas itu perlahan mulai terlihat tak ada lagi. Petugas gabungan terlihat berteduh di dalam tenda yang telah mereka bangun.
Foto aerial yang menunjukkan penumpukan pemudik motor saat akan melintasi posko penyekatan di Kedungwaringin yang menjadi perbatasan Kab Bekasi dan Karawang, Jawa Barat, 11 Mei 2021.(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Eddy Djunaedi membantah Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede dijebol para pemudik yang mengendarai kendaraan roda dua.
Menurutnya, situasi yang sebenarnya terjadi ialah polisi melakukan pengaturan agar tidak terjadi penumpukan pengendara di sekitar Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede hingga berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19.
"Bukan dilepas, bukan jebol, jadi tidak ada istilah jebol. Kita hanya melakukan pola pengaturan saja. Kalau terlalu lama nanti dilakukan pemeriksaan dan penyekatan itu pasti akan ada penularan yang kita tidak tahu," katanya.
"Mungkin ada yang sedikit dilepas. Tapi di tempat lain kita lakukan penyekatan pemutarbalikkan," imbuh Eddy.
Terkait puncak arus mudik sendiri, ia belum bisa memperkirakan. Menurutnya, peningkatan volume kendaraan yang melintasi Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Namun, Eddy menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan situasi mengingatkan hari ini merupakan hari terakhir masyarakat bekerja sebelum lebaran.
"Dimulai dari dua atau tiga hari yang lalu sudah ada peningkatan arus dari arah barat ke arah timur sudah mulai ada lonjakan. Tapi besok hari ini terakhir masyarakat kerja dan besok sudah mulai libur. Nanti akan kita lihat apakah puncaknya nanti atau yang sudah hari kemarin," katanya.
Eddy menambahkan, dari 158 titik penyekatan mudik yang digelar Polda Jawa Barat di 22 kabupaten/kota sejak 6 sampai 11 Mei tercatat kendaraan yang diperiksa telah sebanyak 258 ribu unit. Sementara jumlah kendaraan yang diputarbalikkan pihaknya selama aturan larangan mudik telah mencapai 104 ribu unit.
Sebelumnya, puncak mudik sendiri meskipun telah ada kebijakan pemerintah melarang kegiatan pulang kampung itu akan terjadi pada hari ini, Selasa (11/5). Pasalnya, hari raya Idulfitri 1442 hijriah diperkirakan jatuh pada 13 Mei 2021. Kementerian Agama rencananya akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 syawal atau hari raya Idulfitri pada Selasa petang ini di Jakarta.
Sementara itu, PP Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei berdasarkan perhitungan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid.
Halaman berikutnya soal pos-pos penyekatan berlapis Polda Jabar di wilayah pantura buat antisipasi pemudik yang menerobos.
Polda Jawa Barat memutuskan menambah personel di pos penyekatan untuk menghindari kejadian penerobosan yang dilakukan ratusan pengendara sepeda motor yang hendak mudik lebaran terulang.
"Kita sudah mengantisipasi di beberapa titik sekat seperti di Karawang, Patokbeusi Subang, Patrol sampai Cirebon," kata Kapolda Jabar Ahmad Dofiri di pos penyekatan Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (10/5).
Untuk itu, Dofiri mengaku pihaknya bersama dengan Kodam III/Siliwangi bakal mengantisipasi lonjakan pemudik yang berpotensi menyebabkan penumpukan kendaraan di jalur Pantura.
"Kita akan penambahan pasukan dan 1x24 jam. Jadi jangan berharap dapat melewati petugas dengan mengetahui bahwa kapan istirahat dan kapan waktunya berbuka," ujarnya.
Menurut Dofiri, lolosnya para pemudik tersebut dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan. Akan tetapi kendaraan yang lolos tersebut tetap dihalau di titik penyekatan yang lain.
"Kemarin yang terjadi di Karawang bahwa diloloskan memang situasinya dua jalur sudah dipakai oleh para pengendara sehingga kalau dibalikkan tidak mungkin. Sehingga sebagian sekitar setengah jam kita loloskan tetapi di Subang mereka pun akan dibalikkan," ungkapnya.
Dia pun mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi larangan mudik lebaran 2021. Sebabnya, larangan mudik bertujuan agar penularan Covid-19 bisa terkendali.
"Saya ingatkan bahwa titik penyekatan di wilayah hukum Polda Jabar ada 158 titik," kata Dofiri.
Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri. (detikcom/Usman Hadi)
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan para pengemudi yang nekat menerobos pos penyekatan sudah dihalau petugas gabungan di titik lain.
"Yang kemarin nerobos-nerobos itu jangan senang dulu karena disekat lagi di penyekatan berikutnya. Jadi tidak betul semua itu lolos juga. Laporan dari polres-polres sudah dilakukan pemutar balikan," katanya.
Emil juga mengatakan bahwa ada laporan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang mengkarantina pemudik yang lolos.
"Kalaupun masih lolos juga itu Bhabinkamtibmas dan Babinsa melaporkan ada yang dikarantina juga," ucapnya.
Emil menambahkan, berdasarkan pengetesan di pos penyekatan terhadap warga yang terindikasi mudik didapatkan sedikitnya 15 orang positif Covid-19.
"Terbukti ada 15 pemudik terpapar Covid. Ke-15 pemudik ini kita lakukan pengetesan di razia-razia beberapa tempat sehingga menunjukkan kalau teori kita betul kalau dilepas begitu saja ada sekian persen yang terpapar covid kasihan orang tua yang didatangi mereka yang terpapar Covid," katanya.
Lebih dari 100 kendaraan bermotor roda dua memadati arus lalu lintas di sekitar Pos Penyekatan Larangan Mudikdi Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede, Karawang, Jawa Barat pada Senin (10/5) dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.00 WIB.
Dengan berboncengan dan membawa tas selayaknya orang yang ingin mudik jelang lebaran mereka berhasil memaksa Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan (Dishub) membuka pembatas jalan dan membiarkan mereka melintasi Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede.
Salah seorang pedagang makanan di sekitar lokasi, Budi--bukan nama sebenarnya--mengatakan bahwa penumpukan kendaraan kerap terjadi dalam beberapa hari terakhir, khususnya di malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan kesaksiannya, penumpukan kendaraan yang paling parah terjadi pada Senin (10/5) dinihari, di mana lebih dari 100 pengendara roda dua yang hendak menuju ke arah Cirebon memadati seluruh ruas jalan Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede, termasuk yang menuju arah Bekasi.
"Padat itu malam Senin, sekitar jam 01.00 WIB. Itu sampai jalur yang ke arah Bekasi dipakai juga sama motor," kata Budi saat ditemui CNNIndonesia.com, Selasa (11/5).
Situasi berbeda terlihat pada Selasa (11/5) siang. Situasi arus lalu lintas berjalan lancar.
Aktivitas pengecekan terhadap pengendara yang melintas yang dilakukan oleh petugas gabungan pun terpantau hanya dilakukan sementara, sejak sekitar pukul 10.00 WIB.
Memasuki pukul 11.00 WIB, aktivitas pengecekan terhadap pengendara yang melintas itu perlahan mulai terlihat tak ada lagi. Petugas gabungan terlihat berteduh di dalam tenda yang telah mereka bangun.
Foto aerial yang menunjukkan penumpukan pemudik motor saat akan melintasi posko penyekatan di Kedungwaringin yang menjadi perbatasan Kab Bekasi dan Karawang, Jawa Barat, 11 Mei 2021.(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Eddy Djunaedi membantah Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede dijebol para pemudik yang mengendarai kendaraan roda dua.
Menurutnya, situasi yang sebenarnya terjadi ialah polisi melakukan pengaturan agar tidak terjadi penumpukan pengendara di sekitar Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede hingga berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19.
"Bukan dilepas, bukan jebol, jadi tidak ada istilah jebol. Kita hanya melakukan pola pengaturan saja. Kalau terlalu lama nanti dilakukan pemeriksaan dan penyekatan itu pasti akan ada penularan yang kita tidak tahu," katanya.
"Mungkin ada yang sedikit dilepas. Tapi di tempat lain kita lakukan penyekatan pemutarbalikkan," imbuh Eddy.
Terkait puncak arus mudik sendiri, ia belum bisa memperkirakan. Menurutnya, peningkatan volume kendaraan yang melintasi Pos Check Point Terpadu Kabupaten Karawang Penyekatan Arus Mudik di Jalan Raya Tanjung Pura-Kedunggede sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Namun, Eddy menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan situasi mengingatkan hari ini merupakan hari terakhir masyarakat bekerja sebelum lebaran.
"Dimulai dari dua atau tiga hari yang lalu sudah ada peningkatan arus dari arah barat ke arah timur sudah mulai ada lonjakan. Tapi besok hari ini terakhir masyarakat kerja dan besok sudah mulai libur. Nanti akan kita lihat apakah puncaknya nanti atau yang sudah hari kemarin," katanya.
Eddy menambahkan, dari 158 titik penyekatan mudik yang digelar Polda Jawa Barat di 22 kabupaten/kota sejak 6 sampai 11 Mei tercatat kendaraan yang diperiksa telah sebanyak 258 ribu unit. Sementara jumlah kendaraan yang diputarbalikkan pihaknya selama aturan larangan mudik telah mencapai 104 ribu unit.
Sebelumnya, puncak mudik sendiri meskipun telah ada kebijakan pemerintah melarang kegiatan pulang kampung itu akan terjadi pada hari ini, Selasa (11/5). Pasalnya, hari raya Idulfitri 1442 hijriah diperkirakan jatuh pada 13 Mei 2021. Kementerian Agama rencananya akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 syawal atau hari raya Idulfitri pada Selasa petang ini di Jakarta.
Sementara itu, PP Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei berdasarkan perhitungan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid.
Halaman berikutnya soal pos-pos penyekatan berlapis Polda Jabar di wilayah pantura buat antisipasi pemudik yang menerobos.
Antisipasi Penerobos Mudik, Polda Jabar Sekat Berlapis di Pantura
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Polda Jawa Barat memutuskan menambah personel di pos penyekatan untuk menghindari kejadian penerobosan yang dilakukan ratusan pengendara sepeda motor yang hendak mudik lebaran terulang.
"Kita sudah mengantisipasi di beberapa titik sekat seperti di Karawang, Patokbeusi Subang, Patrol sampai Cirebon," kata Kapolda Jabar Ahmad Dofiri di pos penyekatan Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (10/5).
Untuk itu, Dofiri mengaku pihaknya bersama dengan Kodam III/Siliwangi bakal mengantisipasi lonjakan pemudik yang berpotensi menyebabkan penumpukan kendaraan di jalur Pantura.
"Kita akan penambahan pasukan dan 1x24 jam. Jadi jangan berharap dapat melewati petugas dengan mengetahui bahwa kapan istirahat dan kapan waktunya berbuka," ujarnya.
Menurut Dofiri, lolosnya para pemudik tersebut dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan. Akan tetapi kendaraan yang lolos tersebut tetap dihalau di titik penyekatan yang lain.
"Kemarin yang terjadi di Karawang bahwa diloloskan memang situasinya dua jalur sudah dipakai oleh para pengendara sehingga kalau dibalikkan tidak mungkin. Sehingga sebagian sekitar setengah jam kita loloskan tetapi di Subang mereka pun akan dibalikkan," ungkapnya.
Dia pun mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi larangan mudik lebaran 2021. Sebabnya, larangan mudik bertujuan agar penularan Covid-19 bisa terkendali.
"Saya ingatkan bahwa titik penyekatan di wilayah hukum Polda Jabar ada 158 titik," kata Dofiri.
Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri. (detikcom/Usman Hadi)
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan para pengemudi yang nekat menerobos pos penyekatan sudah dihalau petugas gabungan di titik lain.
"Yang kemarin nerobos-nerobos itu jangan senang dulu karena disekat lagi di penyekatan berikutnya. Jadi tidak betul semua itu lolos juga. Laporan dari polres-polres sudah dilakukan pemutar balikan," katanya.
Emil juga mengatakan bahwa ada laporan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang mengkarantina pemudik yang lolos.
"Kalaupun masih lolos juga itu Bhabinkamtibmas dan Babinsa melaporkan ada yang dikarantina juga," ucapnya.
Emil menambahkan, berdasarkan pengetesan di pos penyekatan terhadap warga yang terindikasi mudik didapatkan sedikitnya 15 orang positif Covid-19.
"Terbukti ada 15 pemudik terpapar Covid. Ke-15 pemudik ini kita lakukan pengetesan di razia-razia beberapa tempat sehingga menunjukkan kalau teori kita betul kalau dilepas begitu saja ada sekian persen yang terpapar covid kasihan orang tua yang didatangi mereka yang terpapar Covid," katanya.