Satgas: Bukan Mustahil Mudik Ciptakan Covid RI Serupa India

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 14:55 WIB
Juru Bicara Satgas, Wiku Adisasmito mengingatkan warga bahwa kondisi pandemi covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya terkendali. Pemudik menggunakan sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyinggung potensi kasus covid di Indonesia menyerupai India apabila masyarakat tetap memaksakan mudik ke kampung halaman dan melakukan silaturahmi secara fisik.

Juru Bicara Satgas, Wiku Adisasmito mengingatkan warga bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya terkendali. Sehingga, mobilitas warga dalam jumlah massal sangat berpotensi melahirkan transmisi covid-19 secara luas.

"Apabila kita tidak sama-sama menjaga agar penularan tidak semakin meluas, seperti tetap mudik dan mengunjungi orang tua dan saudara di kampung halaman. Maka bukan tidak mungkin kasus covid-19 akan kembali meningkat, bahkan sama parahnya dengan di India," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (11/5).


Wiku mewanti-wanti jangan sampai kondisi covid-19 di India terjadi di India. Wiku menyebut, India merupakan negara yang sempat mencetak positivity rate atau rasio kasus positif hanya 3 persen.

Namun, sambungnya, tak butuh waktu dua bulan, negara dengan 1,36 miliar penduduk itu mengerek angka positivity rate menjadi 22 persen.

India, kata Wiku, saat ini juga tengah dalam keadaan krisis covid-19. Rumah sakit sudah kewalahan, tenaga kesehatan ikut tumbang, serta alat kesehatan yang tak cukup digunakan untuk merawat tambahan ratusan ribu pasien covid-19 setiap harinya.

Merespons kondisi itu, pemerintah Indonesia pun ikut mengirim 1.400 unit tabung oksigen ke India. Pengiriman tahap pertama dari 3.400 tabung itu merupakan bantuan untuk menangani lonjakan penularan covid-19.

"Jangan sampai kita berada di kondisi seperti itu. Maka jangan lakukan silaturahmi fisik," pungkasnya.

(khr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK