Polres Cilegon Amankan Pelaku Provokasi Mudik Lewat WhatsApp

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 13:35 WIB
Kapolres Cilegon menyatakan setidaknya ada tiga orang yang diamankan karena diduga melakukan provokasi tetap mudik via fitur grup whatsapp di Pelabuhan Merak. Ilustrasi penangkapan. (Keith Allison/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon mengamankan tiga orang atas dugaan memprovokasi masyarakat terkait dengan ajakan mudik melalui pesan grup WhatsApp di Pelabuhan Merak, Banten.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono membenarkan penangkapan terhadap tiga orang tersebut. Namun, pihaknya belum dapat menyampaikan rinci lantaran Satreskrim Polres Cilegon masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Kami berkomitmen akan menindaklanjuti kasus ini," kata Sigit Haryono di Kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak Banten, Cilegon, Rabu (12/5) seperti dilansir Antara.


Sebelumnya, polisi menemukan pesan di grup WhatsApp yang berisi ajakan mudik bareng dari wilayah Bekasi, Jakarta, Tangerang, dan Serang menuju wilayah Sumatera dengan titik kumpul di Alun-Alun Cilegon.

Apabila terbukti ada unsur-unsur pidananya, pihaknya memproses lebih lanjut karena ajakan tersebut.

Menurut dia, provokasi ajakan mudik itu akan berdampak pada jumlah angka kasus positif Covid-19 yang berpotensi melonjak di Indonesia. Maka, pelakunya harus ditindak tegas.

Terkait dengan larangan mudik di wilayah hukum Polres Cilegon, Sigit mengatakan pihaknya telah melakukan secara maksimal dan telah menerjunkan petugas Raimas dan personel Brimob Polda Banten.

Untuk wilayah hukum Polres Cilegon, kata dia, mulai dari pintu tol masuk hingga jalur arteri yang ada di Cilegon sudah disekat semua dan sudah disiapkan pasukan bermotor, seperti petugas Rainmas dan petugas Brimob Polda Banten telah menghalau masyarakat yang memaksa mudik.

Kapolres mengingatkan kepada warga yang tak menuruti imbauan polisi atau melawan petugas ketika meminta mereka membubarkan diri bakal terkena Pasal 212 KUHP, 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP.

"Ketika mereka melawan petugas, ada tindakan mengancam di situ, kemudian kami proses," kata Sigit.

(Antara/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK