Bakal Gelar Salat Ied, Masjid Al Markaz Batasi Jemaah 1.500

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 20:51 WIB
Pengurus Masjid AL Markaz Makassar menyatakan gelaran salat ied akan dilaksanakan dengan membatasi kapasitas hanya 50 persen jemaah. Suasana di Masjid Al Markaz Makassar sebelum pandemi Covid-19. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Makassar, CNN Indonesia --

Pengurus Yayasan Masjid Al Markaz Makassar, Sulawesi Selatan, memastikan pelaksanaan Salat IdulFitri 1442 Hijiriah akan tetap digelar pada Kamis 13 Mei 2021, esok, dengan mengurangi kapasitas jamaah hingga 50 persen.

"Iya besok Salat Ied di Al-Markaz," ucap pengurus Masjid Al Markaz, Ismun kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/5).

Pelaksanaan Salat IdulFitri di Masjid Al Markaz menurut dia tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan mengurangi 50 persen jumlah jamaah.


"Pembatasan jamaah dengan pengaturan jarak, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, pembagian masker hingga pengecekan suhu jemaah. Kapasitas dari 3000 menjadi 1.500 orang," jelasnya.

Terpisah, Kepala Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Khaeroni mengimbau masyarakat yang berada di zona merah dan oranye untuk tetap melaksanakan Salat Ied di rumah masing-masing.

"Sedangkan kalau untuk zona kuning dan hijau silahkan lakukan Salat Ied di lapangan. Karena sirkulasi udara lebih lancar sehingga virus Corona tidak berputar dalam satu ruangan," kata Kepala Kemenag Sulsel.

Kalau pun Salat Ied terpaksa harus dilaksanakan di dalam masjid, kata Khaeroni, pihaknya menegaskan agar kapasitas masjid dikurangi hingga 50 persen.

"Open house dan acara halal bihalal agar kiranya semua pihak tidak menggelar halal bihalal untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulsel, Rabu, per tanggal 12 Mei 2021, jumlah pasien terkonfirmasi positif bertambah 11 pasien dari Makasar (8) Kabupaten Gowa (2) dan Pangkep (1), dengan spesimen yang diperiksa 265 sampel. Sehingga total secara akumulasi (hari ke-419) pasien positif sebanyak 61.700 orang.

Sementara pasien sembuh tercatat bertambah tiga orang dengan jumlah akumulasi sebanyak 60.474 orang pasien. Meninggal dunia, tercatat sebanyak 935 orang. Sedangkan untuk tingkat intervensi Rt atau effective reproduction number, di Sulsel berada pada posisi 0,92 atau di bawah 1.

(mir/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK