Menko PMK Klaim Jumlah Pemudik 2021 Turun Dibandingkan 2020

CNN Indonesia | Minggu, 16/05/2021 16:13 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan larangan mudik memang tidak berjalan 100 persen, namun tetap cukup mampu menahan laju pemudik. Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Rusman - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengklaim jumlah pemudik pada tahun ini berkurang secara signifikan dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, hal tersebut menandakan bahwa aturan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah berjalan cukup efektif.

"Berdasarkan data kepolisan pada tahun ini jumlah pemudik berkisar 1 juta orang. Jumlah yang berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu itu mestinya menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif," kata Muhadjir dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (16/5).


Ia menjelaskan, pemerintah telah mengevaluasi pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini. Menurutnya, secara umum aturan tersebut telah berjalan cukup bagus, meski tidak berhasil 100 persen.

"Tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus. Kita juga betul-betul memanfaatkan data historis penanganan peniadaan mudik tahun lalu, termasuk kita perketat jalur-jalur tikus dan kita pelajari secara detail, kemudian modus operandi mereka yang nekat dengan cara-cara yang menurut mereka kreatif tapi sebetulnya itu tidak terbukti juga sudah kita antisipasi," tuturnya.

Lebih lanjut, Muhadjir menyampaikan bahwa antisipasi arus balik mudik lebaran 2021 harus dilakukan bukan hanya di Jakarta. Menurutnya pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi guna menyambut kedatangan para pemudik nekat tersebut

"Ibu Kota bukan satu-satunya. Ini semua sudah kita hitung termasuk ibu kota di setiap provinsi yang nanti juga akan menjadi tujuan arus balik. Ini sudah kita hitung betul, mudah-mudahan nanti perhitungan kita mendekati benar," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah pemudik selama Lebaran 2021 sebanyak 1,5 juta orang. Para pemudik tersebut nekat mudik meski pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik yang berlaku sejak 6 hingga 17 Mei 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, angka pemudik tersebut lebih sedikit dibandingkan potensi pemudik sebelum pemerintah mengeluarkan larangan mudik.

"Kecenderungan masyarakat itu kalau dibiarkan, sebesar 33 persen mereka akan mudik. Kalau akan dilarang turun menjadi 11 persen dan saat pelarangan, saat kampanye sudah dilakukan turun jadi 7 persen. Setelah itu kami lakukan aksi-aksi yang dilakukan, termasuk Polri turun lagi, menurut catatan kami kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit," ujarnya dalam 'Talkshow Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran', Sabtu (15/5).

Budi mengklaim larangan mudik Lebaran tahun ini efektif. Hal ini terbukti dari penurunan jumlah penumpang di bandar udara, kapal penyeberangan, dan kereta api.

"Jadi, apa yang kami lakukan cukup efektif dan ini ditandai bahwa sektor udara, sektor laut, dan kereta api turun sampai 10 persen," katanya.

(mts/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK