Hadapi Lonjakan Kasus Covid, DKI Siapkan Ranjang Isolasi-ICU

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 22:14 WIB
Usai libur panjang Idufitri, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tempat tidur hingga ruang ICU. Ilustrasi tenaga kesehatan khusus penanganan virus corona (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengantisipasi lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) usai libur Lebaran 2021 dengan menyiapkan kapasitas tempat tidur isolasi bagi pasien positif Covid-19. Meski tingkat keterisian tempat tidur masih tergolong rendah di 106 rumah sakit, Pemprov DKI tetap menyiapkan jumlah tambahan.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali mengatakan dari total 6.558 jumlah tempat tidur isolasi yang tersedia, sampai saat ini baru terisi 1.728 unit.

"Sehingga jumlah persentasenya adalah 26 persen. Kemudian untuk ICU total adalah 1.003 (unit tersedia), pasien ICU 358, sehingga persentasenya 36 persen," ungkap Marullah dalam rapat koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 yang tayang di kanal Youtube Pusdalops BNPB, Minggu (16/5).


Pemprov DKI Jakarta juga masih memiliki 10 hotel sebagai lokasi karantina bagi pasien Covid dengan gejala ringan maupun yang tak bergejala. Dari 10 hotel itu tersedia 1.783 kamar, dengan rincian 362 kamar terpakai dan 1.421 masih tersedia.

Tidak hanya itu, menurut Marullah, Pemprov DKI pun sudah berkomunikasi dengan pengurus Wisma Atlet untuk menyiapkan sejumlah tower untuk lokasi karantina bagi pemudik yang saat kembali ke Ibu Kota dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Apabila mereka ditemukan positif maka mereka akan melakukan prosedur-prosedur kesehatan sesuai dengan yang ditetapkan," jelas Marullah.

"Apabila mereka negatif pun kami masih melakukan isolasi kepada mereka minimal lima hari, baru setelah lima hari mereka dites lagi, (kalau) ternyata negatif mereka baru diizinkan balik ke rumah mereka masing-masing," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, menurut Marullah, Pemprov DKI menutup sejumlah tempat pariwisata seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), hingga Taman Margasatwa Ragunan selama periode libur Lebaran 2021. Pemprov mulai menutup tiga lokasi itu sejak Sabtu (15/5) hingga hari ini, Senin (17/5).

Ketiga lokasi wisata itu sebelumnya sempat beroperasi pada hari pertama dan hari kedua Idulfitri 1442 Hijriah. Namun, pengunjung yang datang sangat banyak meski telah ada pembatasan kapasitas.

"Selain itu kami juga menutup beberapa museum, beberapa pulau wisata seperti Pulau Kelor, Pulau Kicir, Pulau Onrust dan beberapa museum yang ada di Jakarta," ungkap Marullah.

Ia melanjutkan, Pemprov DKI bersama TNI Polri dan aparat lainnya selama libur Lebaran juga telah melakukan pengawasan dan penegakan protokol kesehatan di lokasi pusat perbelanjaan atau mal, perkantoran, tempat usaha, tempat wisata area publik, TPU dan lokasi strategis lainnya yang berpotensi terjadi kerumunan.

"Kemudian kami juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Kementerian Perhubungan mengenai pengendalian di lokasi titik kedatangan arus balik pemudik, bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, dan terminal bus dengan melakukan random tes Covid-19," jelasnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran sejauh juga telah meninjau dua tower di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (17/5) pagi, sebagai antisipasi menghadapi lonjakan kasus Covid-19 pasca-lebaran 2021.

Peninjauan dilakukan dalam rangka mengecek kesiapan, baik kapasitas ruangan, ketersediaan tempat tidur, hingga tenaga kesehatan dan personel pengamanan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus positif corona di DKI Jakarta.

(dmi/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK