1.299 Wisatawan di Yogya Langgar Prokes Saat Libur Lebaran

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 19:53 WIB
Satpol PP DIY mencatat 1.299 wisatawan melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama masa libur Lebaran, 13-16 Mei 2021. Ilustrasi wisatawan rekreasi di pantai saat libur Lebaran. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Kepala Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Noviar Rahmad mencatat ribuan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 oleh para wisatawan selama masa libur Lebaran 2021.

Data ini didapatkan berdasarkan pengawasan di 37 obyek wisata di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Sebagian besar pelanggaran protokol kesehatan ditemukan di destinasi wisata pantai.

"Di 37 titik obyek wisata, itu pengunjungnya ada 117 ribuan orang. Pelanggarannya ada 1.299 dari 13-16 Mei," kata Noviar saat dihubungi, Senin (17/5).


Dia mengatakan bentuk pelanggaran paling banyak adalah wisatawan mengabaikan penggunaan masker.

Para pelanggar, selanjutnya, diberi sanksi berupa penyitaan KTP. Lalu, yang bersangkutan diberi pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tak mengulang perbuatan serupa.

Menurutnya, wisatawan yang tidak menggunakan masker bukan hanya warga lokal DIY. Sebagian di antaranya merupakan wisatawan luar daerah, khususnya berasal dari kabupaten tetangga di Provinsi Jawa Tengah. Beberapa di antaranya dari Kabupaten Purworejo dan Wonogiri.

Noviar juga menyebut di pintu masuk destinasi wisata yang diamati jajarannya, tidak diberlakukan pengecekan maupun pemeriksaan kesehatan bagi wisatawan dari luar DIY.

Dia mengatakan tidak ada ketentuan pengecekan surat bebas Covid-19 baik GeNose maupun swab antigen terhadap para pendatang yang memasuki objek wisata. Menurutnya, seluruh wisatawan hanya diminta mematuhi prokes 5M, mengingat sudah ada penyekatan di perbatasan.

Dia menuturkan, kebanyakan pelanggar beralasan merasa gerah atau pengap sehingga melepas masker saat berwisata.

Sementara itu, kata Noviar, selama libur Lebaran terdapat 328 personel Satpol PP DIY yang diterjunkan untuk melakukan pengawasan di 37 lokasi wisata. Jumlah tersebut menurutnya tak sepadan dengan angka wisatawan yang ada.

Dia mengakui dalam mengawasi protokol kesehatan di tempat wisata, khususnya mencegah kerumunan bukan persoalan mudah. Apalagi menurutnya, di tempat-tempat yang populer dikunjungi wisatawan.

"Di beberapa tempat contohnya di Pantai Sepanjang, Baron itu kan penuh. Kerumunan tak bisa dihindarkan, juga di Glagah, Pantai Baru itu penuh. Termasuk Parangtritis, itu kan sempet viral pengunjung ramai," imbuh Noviar.

(kum/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK