Dianggap Terlalu Nakal, Anak di Temanggung Dibunuh Orang Tua

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 15:17 WIB
Jasad bocah 7 tahun yang dibunuh oleh kedua orang tuanya dengan dalih keturunan genderuwo ditemukan masih tersimpan di rumah. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/joebelanger)
Semarang, CNN Indonesia --

Hanya karena dianggap nakal dan juga titisan makhluk mitologis Genderuwo berdasarkan penerawangan tetangga, seorang bocah 7 tahun ditenggelamkan di bak mandi hingga meninggal oleh kedua orang tuanya dibantu tetangganya. Para pelaku pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa itu terungkap berdasarkan temuan mayat ALH (7), di rumahnya di Dusun Paponan RT.2 RW.3 Desa Bejen Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang diketahui meninggal sejak Januari. Tersangka diketahui adalah M (42) dan S (38), yang merupakan orang tua korban.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi menuturkan temuan mayat bocah itu terjadi pada Minggu (16/5) pukul 23.00 WIB, usai Polsek Bejen mendapat laporan dari warga dan Kepala Desa Bejen.


"Petugas Polsek lantas mendatangi lokasi, kemudian menemukan mayat anak perempuan di dalam kamar," katanya, Senin (17/5).

Temuan ini sendiri, katanya, bermula dari kedatangan paman dan bibi dari ALH yang mencarinya di rumah orang tuanya.

M dan S mengklaim korban sedang berada di rumah kakeknya di Dusun Silengkung Desa Congkrang Temanggung. Namun saat dicek, korban tak ada di sana. Sang paman dan bibi korban pun curiga.

"Bermulanya dari Paman dan Bibi korban yang curiga mencari korban tak ada di rumah orang tuanya. Saat itu, korban dikatakan di rumah kakeknya, tapi setelah didatangi, korban juga tidak ada di rumah kakeknya. Justru kakeknya bilang kalau korban sudah lama tidak main ke kakeknya", ungkap Benny, dalam keterangannya Selasa (18/5).

Kecurigaan keduanya langsung disampaikan ke ayah korban. M akhirnya menunjukkan keberadaan korban di dalam kamar rumah dalam kondisi tak bernyawa tinggal tulang dan kulit yang kering di atas tempat tidur.

Peristiwa ini pun langsung disampaikan ke Kepala Desa dan ditindaklanjuti dengan Laporan Polisi.

"Ternyata benar saja, saat didesak paman dan bibi korban, ayah korban akhirnya nunjukin anaknya yang sudah tak bernyawa di atas tempat tidur kamar," tambah Benny.

Polisi yang datang langsung melakukan olah TKP berikut memeriksa M dan S. Kepada Polisi, orang tua korban itu mengakui anaknya meninggal sekitar empat bulan yang lalu, akibat ditenggelamkan ke bak mandi dengan dibantu dua orang tetangganya yakni B dan H.

M mengakui tindakan tersebut dilakukan atas perintah H yang menganggap ALH sebagai keturunan Genderuwo. Untuk menghilangkannya, kata dia, sang bocah harus dibenamkan di dalam air.

"Dari terawangan Pak H, anak saya ada turunan Genderuwo, makanya nakal. Jadi untuk menghilangkan aura itu," jelas M, saat diperiksa di Polres Temanggung.

"Kata H, nanti 4 bulan akan sadar bangun sendiri dan pasti sudah berubah tidak nakal lagi," lanjutnya.

M juga mengakui bila ritual untuk anaknya tersebut dilakukan pada bulan Januari. Agar tidak muncul bau menyengat dan tetap bersih, keduanya membersihkan jasad anaknya seminggu dua kali.

"Saya bersihkan sama istri saya. Seminggu dua kali. Itu kejadian Januari kok, Pak", kata M.

Polisi sampai kini masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang tua korban dan dua orang tetangganya yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

(dmr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK