Deret Kasus Pembunuhan Menggunakan Racun Sianida

CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 07:12 WIB
Sejumlah kasus pembunuhan menggunakan sianida pernah terjadi di Indonesia, mulai kasus kopi beracun Mirna hingga sate di Yogyakarta. Ilustrasi. Sederet kasus pembunuhan menggunakan racun sianida pernah terjadi di Indonesia. (Foto: Istockphoto/Katarzyna Bialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang anak pengemudi ojek online di Yogyakarta baru-baru ini meninggal usai memakan sate kiriman dari wanita misterius yang belakangan diketahui sate tersebut mengandung racun sianida.

Wanita pengirim sate yang kemudian menjadi tersangka itu ternyata hendak membalas dendam pada mantan kekasihnya. Namun salah sasaran.

Sianida sendiri merupakan senyawa insektisida dan pestisida. Bau sianida mirip almond. Senyawa ini memiliki turunan zat berbahaya antara lain, potasium sianida, hidrogen sianida, sodium sianida, dan klorida sianida.


Korban yang keracunan sianida merasakan gejala antara lain, kesulitan bernapas, kejang, hilang kesadaran, hingga jantung berhenti. Orang yang mengkonsumsi sianida akan mengalami kerusakan organ dalam.

Turunan senyawa Sianida disebut mudah didapatkan di Indonesia. Sebab, zat ini kerap digunakan dalam beberapa bidang kerja, seperti pertambangan, electroplating, dan fotografi.

Pembunuhan menggunakan racun sianida ini telah terjadi berulangkali di Indonesia. CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah kasus sebagai berikut:

Pembunuhan Wayan Mirna Salihin

Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin menjadi bahan pemberitaan media massa sepanjang 2016.

Mirna meninggal setelah meminum es kopi Vietnam saat bertemu dua rekannya, Jessica Kumala Wongso dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta pada 6 Januari 2016.

Mirna mengejang benerapa saat setelah meminum kopi. Dalam reka adegan yang dilakukan saat prarekonstruksi, Hani mengatakan Mirna berulang kali mengucapkan "It's awful, it's so bad."

Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan kandungan sianida dalam lambung Mirna. Jejak sianida juga ditemukan dalam kopi yang telah dipesan Jessica terlebih dahulu.

Hasil uji laboratorium forensik Polri mengungkap es kopi Vietnam yang diteguk Mirna mengandung tiga gram sianida. Dosis ini bisa membuat lima orang sekaligus tewas.

Polisi lantas menetapkan Jessica sebagai tersangka. Ia ditangkap di Hotel Neo, di kawasan Mangga Dua pada Sabtu, 30 Januari 2016.

Pembunuhan Padepokan Satrio Aji

Pada tahun yang sama, tindak pembunuhan dengan racun sianida juga dilakukan oleh seorang pimpinan Padepokan Satrio Aji, Anton alias Aji di Kota Depok.

Anton diketahui membunuh dua orang tamunya bernama Shendy dan Ahmad Sanusi.

Seperti halnya kasus pembunuhan Mirna, Anton juga membubuhkan potasium sianida (KCN) dalam kopi yang ia suguhkan kepada Shendy dan Sanusi.

Saat itu, kedua korban hendak melihat penggandaan uang di Tangerang. Anton lantas membeli potasium sianida dari Pacitan dan merencanakan pembunuhan itu sejak beberapa hari sebelumnya.

Anton melakukan tindakan ini dengan motif ingin menguasai mobil Toyota Avanza milik Shendy. Jenazah kedua korban kemudian dibuang di dua lokasi di Kota Depok.

Berlanjut di halaman berikutnya ....

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK