7.899 Kendaraan Dicegah Masuk Yogya saat Larangan Mudik

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 13:51 WIB
Sebayak 7.899 kendaraan dicegah masuk ke DIY selama larangan mudik Lebaran di tiga pos perbatasan yakni Tempel, Prambanan, Temon. Ilustrasi. 7 ribu kendaraan dihalau masuk Yogyakarta selama larangan mudik. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut telah memutar balik 7.899 kendaraan selama Operasi Ketupat Progo dalam rangka larangan mudik Lebaran 2021.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanta mengatakan jajarannya memeriksa total 27.782 kendaraan selama 6-17 Mei 2021.

Ribuan kendaraan terdiri dari roda empat, roda dua, bus, dan angkutan barang itu diperiksa melalui 10 pos penyekatan yang didirikan selama operasi penyekatan.


"Yang dikembalikan (diputar arah) dari sepuluh pos itu ada 7.899 kendaraan. Kira-kira 35 persen dari kendaraan yang diperiksa," kata Yuli memaparkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Ketupat Progo 2021 di Mapolda DIY, Sleman, Selasa (18/5).

Dikatakan Yuli, terdapat tiga pos perbatasan yang paling banyak memeriksa kendaraan meliputi pos Tempel, pos Prambanan, dan pos Temon di Kulon Progo.

Yuli menjabarkan, di pos Prambanan yang mengawasi pintu masuk ke DIY dari Klaten, Jawa Tengah, petugas memeriksa total 11.644 kendaraan.

Lalu, di pos Tempel yang mengawasi perbatasan antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tercatat ada 9.924 kendaraan diperiksa.

Sedangkan di Pos Temon yang berbatasan langsung dengan Purworejo, Jawa Tengah, petugas memeriksa 2.288 kendaraan.

"Pemeriksaan kendaraan puncaknya adalah tanggal 12 (Mei), ini ada tiga ribu lebih kendaraan yang dilakukan pemeriksaan dari total 27 ribu tadi," beber Yuli.

Selama Operasi Ketupat Progo 2021 kemarin, jajarannya juga mengamati Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu wilayah yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Yakni total 54.237 kunjungan sepanjang 13-17 Mei 2021.

Disusul kemudian, Kabupaten Kulon Progo 49.173 kunjungan; Bantul 25.560 kunjungan; dan Sleman 4.035 kunjungan.

Di samping melaksanakan Operasi Ketupat, jajaran Polda DIY turut melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak berupa tes antigen terhadap para pengguna jalan. Hasilnya, dari 5.136 sasaran didapati enam orang positif antigen. Mereka kemudian ditangani secara medis di rumah sakit terdekat.

"Secara umum situasi pelaksanaan operasi ketupat di wilayah DIY kondusif tidak ada kejadian yang menonjol, signifikan. Pelaksanaan malam takbiran juga berjalan dengan aman. Tidak ada konvoi kendaraan yang melaksanakan takbir keliling," tutur Yuli.

"Meskipun memang ada satu dua kendaraan yang membawa penumpang atau orang yang melakukan takbir tapi ketika ketahuan oleh petugas diimbau untuk kembali pulang," pungkasnya.

(kum/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK