Sejarah Berdirinya Polri, Berawal dari Masa Majapahit

tim, CNN Indonesia | Kamis, 01/07/2021 12:15 WIB
Kepolisian Negara Republik Indonesia didirikan pada 1 Juli 1946. Namun, sejarah berdirinya Polri berawal sejak masa Kerajaan Majapahit. Kepolisian Negara Republik Indonesia didirikan pada 1 Juli 1946. Namun, sejarah berdirinya Polri berawal sejak masa Kerajaan Majapahit.(Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah kepolisian nasional di Indonesia yang bertugas memelihara keamanan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat.

Polri didirikan pada 1 Juli 1946. Namun, sejarah berdirinya Polri sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit lalu.

Satuan kepolisian mulai dibentuk pada masa Kerajaan Majapahit. Saat itu, Patih Gajah Mada membentuk pasukan khusus pengamanan dengan sebutan Bhayangkara. Tugas pasukan Bhayangkara ini adalah untuk melindungi raja dan kerajaan Majapahit.


Nama pasukan Bhayangkara ini pun disematkan sebagai Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli atau hari lahirnya Polri.

Pasukan pengamanan kerajaan itu terus berkembang dari waktu ke waktu.

Masa Kolonial Belanda

Dikutip dari situs Polri, memasuki masa penjajahan atau kolonial Belanda, dibentuklah pasukan pengamanan yang terdiri dari kalangan pribumi. Pasukan ini melindungi aset berharga orang Eropa di Hindia Belanda.

Di masa kolonial Belanda ada banyak bentuk kepolisian dengan berbagai istilah yang berbeda-beda, di antaranya:

  • Veld Politie (Polisi Lapangan)
  • Stands Politie (Polisi Kota)
  • Cultur Politie (Polisi Pertanian)
  • Bestuurs Politie (Polisi Pamong Praja)

Saat itu, golongan pribumi hanya boleh menduduki jabatan tertentu seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Sedangkan jabatan kepolisian tertinggi yaitu hood agent (bintara), inspecteur van politie, dan commissaris van politie hanya boleh diisi oleh kolonial.

Pada tahun 1897-1920, modernisasi Kepolisian Hindia Belanda mulai dilakukan.

Pada masa pendudukan Jepang, kepolisian Indonesia dibagi menjadi empat wilayah yakni Kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur di Makassar, dan Kepolisian Kalimantan di Banjarmasin.

Periode Awal Kemerdekaan Indonesia

Pekerja membersihkan patung Proklamator Republik Indonesia, Soekarno - Hatta di Kompleks Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (7/8). Pembersihan  patung Proklamator tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus mendatang. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/15.Sejarah berdirinya Polri setelah kemerdekaan Indonesia diawali dengan proklamasi. (Foto ilustrasi proklamasi: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Setelah Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, secara resmi kepolisian menjadi kepolisian Indonesia. Pada 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN).

Pada 21 Agustus 1945, Komandan Polisi di Surabaya, Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin memproklamasikan Pasukan Polisi RI. Ini merupakan langkah awal untuk membangkitkan semangat pasukan polisi di Indonesia.

Pada 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara.

Barulah pada 1 Juli 1946, Polri resmi ditetapkan sesuai dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No.11/S.D. Dengan adanya surat penetapan tersebut, tanggal 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara.

Pada periode setelah kemerdekaan, Polri menerapkan sejumlah aturan dan menjalin hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak.

Fungsi dan Tugas Polri

Presiden RI Joko Widodo memimpin upacarasyukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-72 di Lapangan Indoor Senayan. Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Perayaan HUT Bhayangkara tahun ini difokuskan untuk introspeksi diri dan mendoakan sejumlah anggota Polri yang meninggal dunia saat bertugas, terutama saat serangan teroris terhadap Polri beberapa waktu lalu.Fungsi dan tugas polisi adalah melindungi masyarakat, menjaga ketertiban, dan menegakkan hukum. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)

Fungsi dan tugas kepolisian memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat.

Dalam UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dijelaskan pada Pasal 2 bahwa fungsi kepolisian di antaranya:

  • Pemelihara keamanan
  • Ketertiban masyarakat
  • Penegakan hukum
  • Perlindungan dan pengayoman
  • Pelayanan masyarakat

Masih merujuk pada UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, tugas utama kepolisian meliputi:

1. Tugas pembinaan masyarakat

Pembinaan masyarakat dilakukan dengan pendekatan secara sosial serta mutualisme untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan kesadaran hukum.

2. Tugas di bidang preventif

Tugas ini meliputi memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk memberi perlindungan serta pertolongan.

3. Tugas di bidang represif justisil

Tugas ini memuat substansi mengenai penyidikan dan penyelidikan pada tindak pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Itulah penjelasan dari sejarah berdirinya Polri yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sampai saat ini terus diperingati setiap 1 Juli.

(avd/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK