Disindir Anies Soal Sepeda, Wagub Klaim Tak Buka Hasil Rapat

CNN Indonesia
Minggu, 06 Jun 2021 00:12 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan ihwal pengumuman rencana jalur sepeda road bike. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan ihwal pengumuman rencana jalur sepeda road bike.(CNN Indonesia/ Adi Maulana).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan ihwal pengumuman rencana jalur sepeda road bike.

Riza membantah bahwa dirinya pihak yang memberitahukan ke publik terkait rencana jalur khusus sepeda road bike.

"Jadi yang saya sampaikan adalah hasil kesepakatan rapat Dishub dengan Polda, Wali Kota Jakarta Selatan dan seluruhnya, dan ini sudah diumumkan sebelum saya menyampaikan. Saya tidak pernah mengumumkan hasil rapat," kata Riza di Balai Kota, Kamis (3/6).


Menurut Riza, penyediaan jalur khusus road bike telah diumumkan sejak rapat pertama antara Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, dan sejumlah komunitas sepeda. Pengumuman itu digelar ketika menetapkan uji coba jalur road bike di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang pada 23 Mei 2021.

Menurut Riza, usai uji coba dilaksanakan pada 23 dan 30 Mei, pihaknya kembali menggelar rapat pada 31 Mei. Rapat itu turut dihadiri oleh pihak Dinas Perhubungan dan jajaran Polda Metro Jaya.

Dari hasil rapat tersebut menyatakan bahwa Pemprov DKI berencana menjadikan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang sebagai jalur permanen sepeda road bike pada akhir pekan.

Kemudian, dalam rapat juga sempat dibahas mengenai Pemprov DKI akan mengatur lintasan sepeda di Sudirman-Thamrin agar dapat mengakomodasi pesepeda, baik road bike maupun non-road bike.

"Sabtu-Minggu akan disiapkan jalur tambahan pop up Sudirman-Thamrin khusus bagi pesepeda non-road bike, pesepeda road bike akan diarahkan ke lintasan jalan layang non tol," jelas Riza.

"Lintasan road bike Sudirman-Thamrin diperbolehkan pada hari Senin-Jumat, pukul 5 sampai 6.30, selain waktu tersebut dilarang dan seluruh pesepeda wajib menggunakan jalur sepeda permanen," ujarnya menambahkan.

Politikus Partai Gerindra itu menekankan bahwa tidak ada yang salah dalam hal ini. Menurutnya, hasil rapat tersebut juga telah ditembuskan ke Gubernur Anies, dirinya, Sekda Marullah Matali, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sri Haryati, dan Ketua TGUPP Amin Subekti.

"Jadi, tidak ada yang salah di sini dan ini ditembuskan, hasilnya ditujukan kepada Pak Gubernur, ditujukan kepada Wagub, Sekda, Asperkeu, ketua TGUPP," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyentil pihak yang mengumumkan aturan mengenai jalur sepeda road bike. Padahal, menurut dia, aturan itu belum final dan masih dalam tahap pembahasan.

"Kita bahas dulu, baru nanti kita sampaikan. Karena kebijakan itu aturannya baru diumumkan. Saya selalu menggarisbawahi jangan, jadi pengelola negara, pemerintah, mengumumkan sebelum membuat aturan," ujar Anies.

Menurut Anies, jika kebijakan atau aturan tersebut belum rampung, namun sudah disampaikan ke publik, hal itu justru akan membuat petugas di lapangan kewalahan.

"Nanti kasihan petugas di lapangan. Kalau mau buat aturan siapkan dulu dokumennya. Siapkan dulu aturannya. Baru diumumkan. Kalau tidak nanti kerepotan di lapangan. Jadi biar kita buat dulu aturannya, nanti kita umumkan," jelasnya.

(dmi/age)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER