Kerajaan Pajajaran: Masa Kejayaan dan Jejak Peninggalan

tim, CNN Indonesia | Rabu, 09/06/2021 13:00 WIB
Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu di Jawa Barat. Berikut sejarah Kerajaan Pajajaran dari masa kejayaan hingga jejak peninggalan. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu di Jawa Barat. Berikut sejarah Kerajaan Pajajaran dari masa kejayaan hingga jejak peninggalan.. (Foto: Gunawan Kartapranata via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan di Nusantara yang terletak di Jawa Barat. Kerajaan Pajajaran memiliki sejarah panjang saat berdiri dan pada masa kejayaanya hingga meninggalkan jejak peninggalan yang bisa dilihat hingga saat ini.

Kerajaan Pajajaran dikenal juga dengan naman lain Kerajaan Sunda atau Negeri Sunda atau disebut Pasundan. Letak kerajaan ini di masa lampau bukanlah terletak di Bandung yang kini menjadi Ibu Kota Jawa Barat, melainkan di Pakuan atau saat ini Bogor.

Awal Mula Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran berdiri pada tahun 923 M dan berakhir pada 1597 M. Menurut naskah kuno Carita Parahiyangan yang ditulis pada abad ke-16 M, Kerajaan Pajajaran merupakan gabungan dua kerajaan yakni Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.


ilustrasi kerajaan pajajaranKerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu yang terbentuk dari bersatunya Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. (Foto: Gunawan Kartapranata via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-3.0)

Sebelum bergabung, kedua kerajaan itu masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Pasca Tarumanegara kalah dari Sriwijaya, kedua kerajaan memberontak dan melepaskan diri.

Setelah melepaskan diri, Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh mendeklarasikan diri sebagai kerajaan yang berdaulat.

Konon, kedua kerajaan ini hampir berperang, setelah Raden Baribin dari Kerajaan Majapahit mengungsi ke Kerajaan Galuh. Raden Baribin diterima dengan baik oleh Raja Kerajaan Galuh, Dewa Niskala.

Raden Baribin lalu menikahi salah satu anak dari Raja Dewa Niskala yakni Ratna Ayu Kirana. Pernikahan ini menyulut amarah Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda.

Dewa Niskala dianggap melanggar aturan adat yang telah ditetapkan setelah Peristiwa Bubat. Pertikaian kedua Raja pun berhasil diredam oleh Jayadewata, anak dari Raja Dewa Niskala yang juga menantu dari Raja Susuktunggal.

Jayadewata mendamaikan dengan memberi syarat kedua Raja harus turun tahta dengan menunjuk seseorang untuk meneruskan tahtanya. Raja Dewa Niskala dan Raja Susuktunggal sepakat menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Jayadewata.

Terpilihnya Jayadewata sebagai Raja menandakan bersatunya kedua kerajaan tersebut. Jayadewata kemudian diberi gelar Sri Baduga Maharaja atau lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi yang memerintah Kerajaan Pajajaran pada 1482 hingga 1521 M.

Masa Kejayaan Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran meraih masa keemasan atau kejayaan pada era pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.

Untuk menyejahterakan kerajaan dan rakyatnya, Prabu Siliwangi memberikan perhatian lebih pada pemuka agama. Selain itu, Prabu Siliwangi juga membuat ulang sistem pemungutan upeti.

Prabu Siliwangi juga memperkuat kekuatan armada perang. Dia juga membangun dan memperkuat sistem pertahanan Ibu Kota dengan membuat parit pertahanan sehingga tidak mudah diserang Kerajaan lain.

Kehancuran Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran hancur setelah mendapat serangan dari sejumlah kerajaan Islam yakni Kerajaan Banten dengan bantuan Kerajaan Cirebon dan Kerajaan Demak.

Awal mula kehancuran Kerajaan Pajajaran terjadi saat pengaruh ajaran Islam mulai menyebar di bumi Pasundan dan membuat resah Prabu Siliwangi.

Upaya pembatasan pedagang muslim yang masuk dan singgah di Pelabuhan Kerajaan Sunda pun dilakukan. Namun, upaya ini tak berhasil.

Tahun 1527, Kesultanan Banten dan Cirebon meningkatkan tekanan pada Kerajaan Pajajaran dengan merebut Pelabuhan Sunda Kelapa yang melemahkan Pajajaran dan Portugis.

Lalu, pada tahun 1570 Raja Banten, Maulana Yusuf berhasil menaklukkan Kerajaan Pajajaran.

Kerajaan Pajajaran merupakan kerajaan bercorak Hindu terakhir yang eksis di Pulau Jawa.

Raja-Raja Kerajaan Pajajaran

Semasa berdiri, Kerajaan Pajajaran hanya diperintah oleh enam raja sebelum akhirnya hancur. Keenam raja tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi(1482 - 1521 M)
  2. Surawisesa (1521 - 1535 M)
  3. Ratu Dewata (1535 - 1543 M)
  4. Ratu Sakti (1531 - 1551 M)
  5. Ratu Nilakendra (1551 - 1567 M)
  6. Raga Mulya (1567 - 1579 M)

Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Sebagai salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia, Kerajaan Pajajaran meninggalkan sejumlah jejak peninggalan. Peninggalan itu terdiri atas berbagai bentuk seperti kitab, prasasti, dan tugu.

Berikut peninggalan Kerajaan Pajajaran yang masih bisa dilihat hingga saat ini.

  • Prasasti Cikapundung
  • Prasasti Pasir Datar
  • Prasati Sunda Portugis
  • Situs Karangmulyan

Itulah sejarah Kerajaan Pajajaran beserta dengan masa kejayaan dan raja-raja yang berkuasa. Anda juga bisa melihat jejak peninggalan Kerajaan Pajajaran.

(imb/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK