Klaster Paduan Suara Gereja di Bantul, 18 Orang Positif Covid

CNN Indonesia | Senin, 07/06/2021 21:30 WIB
Sebanyak 18 orang peserta paduan suara gereja, Bantul, DIY dinyatakan positif terpapar Covid-19, sejak kasus ditemukan Jumat lalu. Petugas mengadakan tes antigen Covid-19 secara acak kepada penumpang KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (16/5/2021). (ANDRY NOVELINO)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 18 orang peserta paduan suara salah satu gereja di Patalan, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menyebut kasus ini kali pertama terdeteksi pada Jumat (4/6).

"Ada klaster 'peribadatan', paduan suara gereja," kata Agus Budi di Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Senin (7/6).


Agus Budi menjelaskan dikarenakan telah terjadi transmisi lokal maka serangkaian kasus ini dikategorikan sebagai satu klaster penularan.

"Kalau enggak salah sudah masuk, datanya 18 positif (Covid-19)," jelasnya.

Dia menjelaskan beberapa hari lalu sebelum kasus pertama terdeteksi, belasan orang ini sempat terlibat dalam suatu kegiatan perekaman paduan suara.

Tak lama berselang, seorang di antara mereka dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Penelusuran kontak dan pemeriksaan setelahnya mendapati belasan kasus lainnya.

"Gerejanya di Patalan, tapi kalau jamaahnya tersebar. Ada yang dari situ (Jetis), ada Imogiri. Tapi mungkin Jetis paling banyak," paparnya.

Sepenuturan Agus, rata-rata pasien hanya bergejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali. Mereka disebut dalam kondisi baik.

Sementara penelusuran kontak masih bergulir, pihaknya mengapresiasi peran aktif para pasien pada klaster ini. Mulai dari inisiatif memeriksakan diri hingga melapor ke puskesmas guna mempermudah penanganan.

"Kesadarannya bagus, sehingga memang akhirnya menjadi ketemu semua (kasus). Jika untuk tracing ya jelas masih, karena dampak dari yang positif bisa ke keluarga dan ketemu siapa karena itu tetap kita telusuri sampai habis," tutupnya.

(kum/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK