36 Warga Sleman Positif Covid-19 Sempat Ikut Tahlilan

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 14:11 WIB
Sebanyak 36 warga Sleman dinyatakan terpapar covid-19 usai ikut kegiatan tahlilan. Sebagian pasien menjalani isolasi di faskes darurat. 36 warga Sleman positif covid-19 usai ikut tahlilan. (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 36 warga Ngrangsan, Selomartani, Kalasan, Sleman, DIY, dinyatakan positif terpapar Covid-19. Penyebaran virus terhadap mayoritas pasien diduga akibat aktivitas tahlilan di lingkungan tersebut.

Lurah Selomartani Nur Hidayati menyebut, serangkaian kasus ini mulanya terdeteksi pada akhir Mei 2021. Saat itu ada tiga orang warga setempat yang dirawat di rumah sakit.

"Kena (Covid-19) dulu, baru yasinan. Kenanya dari mana belum kita ketahui. Setelah hasilnya keluar padahal semalamnya sudah yasinan," kata Nur saat ditemui di Balai Desa Selomartani, Jumat (11/6).


Dikatakan Nur, ketiganya masih satu keluarga. Sekitar sepekan dalam penanganan medis, satu di antara mereka kemudian meninggal dunia. Sementara dua lainnya sampai hari ini masih dirawat di rumah sakit.

Bermula dari itu, pihak keluarga almarhum lantas mengadakan acara tahlilan dengan mengundang kerabat serta tetangga pada 2 Juni 2021.

Sementara hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap tiga pasien ini baru keluar sehari berselang dan menyatakan ketiganya positif terinfeksi Covid-19.

Satgas Covid-19 selanjutnya melakukan penelusuran kontak menyasar utamanya para peserta yasinan. Alhasil, diperoleh 9 kasus tambahan. Pada hari berikutnya ditemukan lagi 23 pasien baru.

"Total kasus aktif 35, ditambah 1 orang meninggal," tutur Nur.

"Mereka satu RW, tapi beda-beda RT, yang di-tracing kan hampir semua, tapi yang positif, ikut yasinan," sambungnya.

Sebagian pasien telah dievakuasi ke Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) milik Kabupaten Sleman, di Rusunawa Gemawang, Mlati. Sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Untuk yang bergejala saya minta ditangani rumah sakit. Jangan sampai ada keterlambatan," imbuh Nur.

Satgas Covid-19 setempat tidak memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di lingkungan tersebut. Akan tetapi pembatasan kegiatan tetap diterapkan.

"Nggak lockdown, tapi pembatasan. Sudah kita sampaikan, yang tidak penting sekali tidak usah keluar. Tadi kan juga sudah ditutup-tutup kan jalannya," pungkasnya.

(kum/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK