Polisi Sebut Wakil Bupati Sangihe Meninggal karena Jantung

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 19:49 WIB
Polda Sumsel menyatakan pihaknya tak bisa melakukan autopsi sepihak terhadap jenazah Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong. Mendiang Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong. (Foto: sangihekab.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian memastikan tak ada tanda kekerasan yang ditemukan pada jenazah Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong. Helmud ditemukan tewas dalam pesawat Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar, Rabu (9/6) lalu.

Hal ini diketahui berdasarkan pemeriksaan awal oleh tim dokter saat Helmud tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Menurut analisa dari tim dokter yang ada di bandara, dari analisa awal secara umum bahwa tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka dan sebagainya yang mencurigakan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (11/6).


"Diperkirakan menurut analisa tim medis itu yang bersangkutan meninggal karena sakit jantung," imbuhnya.

Zulpan menuturkan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Utara usai meninggalnya Helmud.

Pihak keluarga Helmud, kata Zulpan, juga menerima penjelasan dari tim dokter terkait dengan penyebab kematian. Selain itu, lanjutnya, pihak keluarga tak meminta untuk dilakukan proses autopsi jenazah.

"Permintaan keluarga juga agar dibawa ke Sulawesi Utara dan keluarga menerima situasi yang ada, artinya yang bersangkutan meninggal dalam penerbangan karena sakit jantung, sehingga tidak meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan autopsi," tutur Zulpan.

Zulpan menjelaskan polisi tak bisa serta merta melakukan autopsi. Sebab, proses autopsi itu memerlukan izin dari keluarga.

"Iya kan autopsi harus ada persetujuan dari pihak keluarga, kemudian juga pihak keluarga kan hari ini saya dapat informasi sudah memakamkan, sudah dilakukan proses pemakaman atau penguburan kepada almarhum," ujarnya.

Helmud Hontong meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar, pada Rabu (9/6).

Atas peristiwa ini, Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Merah Johansyah Ismail meminta kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Helmud. Sebab, kematian Helmud dirasa janggal.

Helmud adalah pejabat yang cukup getol menolak izin tambang emas di wilayahnya.

"Jadi ini misterius dan juga janggal sehingga kita minta agar otoritas, dalam hal ini pemerintah dan juga penegak hukum, polisi untuk mengungkap penyebab kematian dari pak wabup ini," ujarnya.

(dis/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK