Bobby Sebut Sekolah Tatap Muka di Medan Terapkan Zonasi

CNN Indonesia | Sabtu, 12/06/2021 02:29 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan wilayahnya siap menerapkan sekolah tatap muka dengan prokes yang ketat. Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan wilayahnya siap menerapkan sekolah tatap muka dengan prokes yang ketat. (CNN Indonesia/ Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan wilayahnya siap menerapkan sekolah tatap muka. Dia memastikan pelaksanaan sekolah tatap muka akan menerapkan secara ketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Berdasarkan data PPKM Mikro di Medan bisa kita lihat, Medan zona oranye. Sekolah tatap muka mulai SD hingga SMP sudah menerapkan zonasi, tentunya ini akan sejalan dengan pelaksanaan tatap muka yang menggunakan zonasi di area sekolahnya dengan pelaksanaan PPKM Mikro," kata Bobby, Jumat (11/6).

Bobby juga menginstruksikan agar jajaran perangkat daerah mendeteksi wilayahnya apakah termasuk zona oranye atau hijau. Nantinya akan diatur bagaimana pelaksanaan sekolah tatap muka berdasarkan zona tersebut.


"Jadi sebisa mungkin perangkat pemerintah kota sampai peringkat bawah yaitu lingkungan bisa mendeteksi apabila lingkungan atau kelurahan dan kecamatan warnanya apa," urainya.

Selain itu, menurut suami Kahiyang Ayu itu, berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo, sekolah tatap muka bisa dilaksanakan dua hari dalam sepekan.

"Dan dalam sehari ada dua jam. Dalam sekali pertemuan ada 25 persen jumlah siswa dalam satu ruangan kelas," katanya.

Bobby menambahkan prokes tak hanya diterapkan di lingkungan sekolah tetapi juga di luar lingkungan sekolah termasuk kendaraan umum yang mengangkut para pelajar.

"Peran perangkat daerah kita sampai tingkat paling bawah bahkan puskesmas dan satgas harus terapkan prokes," ucapnya.

Di sisi lain, tambah Bobby, saat ini tercatat 19 ribu tenaga pengajar di Medan yang divaksin Covid-19. Akan tetapi belum semua tenaga pengajar mendapatkan vaksin kedua.

"Vaksinasi jumlah tenaga pengajar 19 ribu lebih. Hari ini memang sudah sampai 80 persen. Memang belum semua dosis kedua," ujarnya.

(fnr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK