28 Warga Kudus Terinfeksi Corona Varian India

CNN Indonesia | Minggu, 13/06/2021 13:58 WIB
Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan 28 warganya telah terinfeksi virus corona varian baru B.1617.2 dari India. Karenanya, ia meminta warganya waspada. Sedikitnya 28 warga Kudus dinyatakan positif terinfeksi corona varian baru asal India. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 28 warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dinyatakan positif terinfeksi covid-19 varian baru B.1617.2 yang berasal dari India. Hal itu langsung disampaikan Bupati Kudus HM Hartopo, Minggu (13/6).

Menurut Hartopo, kesimpulan itu didapat melalui hasil penelitian yang jauh sebelumnya sempat dilakukan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kemarin ada 34, yang keluar 28 ada varian baru," ujar Hartopo seperti dikutip detik.com, Minggu (13/6).


Dia menyebut, corona varian baru asal India dapat menyebar dengan cepat dan masif. Karenanya, ia meminta warga untuk lebih waspada menerapkan protokol kesehatan dengan tidak mudah membuka masker.

Menurutnya, temuan corona varian baru membuat pemerintah daerah kini harus mengambil langkah cepat dan tegas. Ia berjanji bakal lebih optimal memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

"Varian baru lebih masif dan cepat, ini diperketat masalah prokes, jangan mudah membuka masker. Di ruang saling ngobrol itu bisa masker, jangan sampai lepas memakai masker," kata Hartopo.

Sementara di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut pihaknya saat ini baru melakukan pengambilan sampel untuk memastikan kemungkinan virus yang sama menyebar di tempat yang lain.

Meski begitu, Ganjar mengaku curiga bahwa Corona varian baru itu telah memasuki sejumlah daerah di Jawa Tengah.

"Saya curiga pergerakan 3 minggu sebelumnya hanya tiga kabupaten, terus bertambah delapan dan sekarang bertambah 11 perasaan saya yakin ini varian baru," kata dia.

Ganjar lebih lanjut meminta warga untuk lebih mentaati protokol kesehatan dan tidak mudah membuka masker. Ia menyebut Kudus saat ini telah menjadi sorotan usai temuan kasus tersebut.

"Ini kami mintakan, karena Kudus perhatian utama, karena dari pusat sudah merilis ini yang serius untuk semua, jangan pernah melepas membuka masker kalau berkerumun," sambungnya.

(thr/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK