Perjanjian Kalijati, Awal Mula Pendudukan Jepang di Indonesia

tim, CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 13:00 WIB
Perjanjian Kalijati adalah perjanjian antara Jepang dan Belanda. Perjanjian Kalijati tanda awal mula pendudukan Jepang di Indonesia. Perjanjian Kalijati adalah perjanjian antara Jepang dan Belanda. Perjanjian Kalijati tanda awal mula pendudukan Jepang di Indonesia.(Foto: JAPAN PHOTO LIBRARY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perjanjian Kalijati adalah sebuah perjanjian antara Jepang dan Belanda terkait penyerahan penjajahan Indonesia. Perjanjian Kalijati ditandatangani Jepang dan Belanda pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat.

Dalam Perjanjian Kalijati, Belanda menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang. Perjanjian ini sekaligus menjadi tanda berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia, berganti dengan pendudukan Jepang.

Jepang masuk ke Asia Tenggara, berkat dominasi Jerman dan Italia di Eropa. Serangan Jerman ke Belanda membuat pemerintahan Belanda melemah termasuk di wilayah jajahannya seperti Indonesia.


Pintu masuk Jepang ke Indonesia dimulai saat Jerman memberikan izin kepada Negeri Matahari Terbit itu untuk membangun pangkalan militer di Asia Tenggara.

Berdasarkan jurnal Sistem Ketatanegaraan Indonesia pada Pendudukan Jepang (2019), Jepang pertama kali mendarat di Indonesia, tepatnya di Tarakan pada Januari 1942. Sejak saat itu, Jepang mulai menekan dan merebut wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia.

Untuk mengambil kepercayaan orang Indonesia, Jepang melancarkan semboyan propaganda tiga A yakni Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Cahaya Asia.

Penduduk Indonesia yang saat itu sudah lelah dengan penjajahan Belanda percaya dengan semboyan tersebut.

Belanda yang kian terdesak kemudian terpaksa menyerah tanpa syarat di tangan Jepang. Belanda pun menandatangani Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942.

Tokoh Perjanjian Kalijati

Netherlands and Japan flag together realtions textile cloth fabric texturePerjanjian Kalijati adalah perjanjian antara Jepang dan Belanda yang berisi Belanda menyerah tanpa syarat dan memberikan wilayah jajahannya, Indonesia kepada Jepang.(Foto: iStockphoto/Oleksii Liskonih)

Tokoh perjanjian Kalijati hanya dihadiri oleh beberapa petinggi militer Jepang dan Belanda. Belanda diwakili oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh dan Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letnan Jenderal Hendrik Ter Poorten. Sementara Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura.

Isi Perjanjian Kalijati

Isi Perjanjian Kalijati tergolong singkat. Belanda diminta menyerahkan seluruh wilayah kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang tanpa syarat. Letnan Jenderal Ter Poorten menyerahkan kekuasaannya kepada tentara ekspedisi Jepang yang dipimpin Jenderal Hitoshi Imamura.

Jepang pun mulai merombak pemerintahan sipil Hindia Belanda. Di bawah pendudukan Jepang, terdapat tiga pemerintahan militer Jepang. Pemerintahan militer itu berpusat di Batavia, Bukittinggi, dan Makassar. Pusat dari pemerintahan militer ini dipimpin oleh kepala staf yang bergelar Gunseikan.

Dampak Perjanjian kalijati

Dampak perjanjian Kalijati ternyata tidak membawa Indonesia ke kondisi yang lebih baik. Janji manis yang diucapkan Jepang saat mengambil simpati rakyat Indonesia dengan semboyan 3A tidak pernah direalisasikan. Jepang tetap menjajah dengan bengis dan kejam. Masa penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung selama 3,5 tahun.

Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan dari penjajah pada 17 Agustus 1945.

Itulah Perjanjian Kalijati antara Jepang dan Belanda yang menjadi awal masa penjajahan Jepang di Indonesia.

(imb/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK