Empat Sekolah di DKI Tunda Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 18:37 WIB
Sebanyak empat sekolah di DKI Jakarta menunda pembelajaran tatap muka. Salah satu alasannya, pendidik terpapar virus corona. Sejumlah murid mengerjakan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) saat menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Empat sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Jakarta menunda untuk menggelar uji coba pembelajaran tatap muka sejak Rabu (9/6) meski telah dinyatakan lolos proses asesmen.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah mengatakan alasan penundaan itu bermacam-macam. Sekolah pertama, kata dia, SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin, Bambu Apus, yang ditunda lantaran kasus Covid-19 di sekitar sekolah tinggi.

"3 RW di sekitar sekolah tersebut cukup banyak yang terpapar Covid-19. ditambah lagi, pasien DBD (demam berdarah) di sekitar sekolah cukup tinggi. Akhirnya pak lurah, kepala sekolah, dan puskesmas, musyawarah lalu diputuskan ditunda," kata Taga saat dihubungi, Senin (14/6).


Sekolah kedua, lanjut dia, yakni SDN 08 Kenari, Senen, ditunda lantaran adanya guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum pembelajaran dimulai.

"Jadi sebelum PTM (pembelajaran tatap muka) dimulai, bukan lagi saat PTM ya ini, sebelum PTM dimulai ada satu guru yang kena. Sebagai antisipasi akhirnya diputuskan," ujarnya.

Sekolah selanjutnya, kata Taga adalah Jakarta Islamic School yang ditunda karena proses pembelajaran tengah dalam penilaian akhir tahun atau ulangan kenaikan kelas.

" Yang keempat madrasah ibtidaiyah RPI, karena orang tuanya belum mengizinkan. Dari 4 itu yang menyampaikan kepada kita untuk menunda pembelajaran PTM," ucapnya.

Sebanyak 226 sekolah sebelumnya dinyatakan mengikuti uji coba tahap I pembelajaran tatap muka di sekolah, pada Rabu (9/6).

Dari 226 sekolah itu, sebanyak 143 merupakan sekolah yang telah mengikuti proses asesmen dan hasil evaluasi sejak 24 Mei hingga 4 Juni 2021.

Sementara, 83 sekolah lainnya merupakan sekolah-sekolah yang pada April lalu telah melakukan piloting pembelajaran tatap muka di sekolah.

(yoa/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK