Sudah Divaksin Sinovac-Nusantara, Anggota DPR Positif Covid

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 13:45 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh positif Covid-19 meskipun dirinya sudah menerima suntikan vaksin Sinovac dan vaksin Nusantara. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh positif Covid-19 meski sudah disuntik vaksin Sinovac dan Nusantara. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh positif terpapar virus corona (Covid-19). Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu padahal sudah disuntik vaksin Sinovac dan vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Saya sudah divaksin Sinovac. Saya sudah divaksin Nusantara. Tapi tetap saja saya dinyatakan positif covid, walaupun dengan CT 18-21 kondisi saya terbilang cukup stabil," kata Ninik dalam unggahan Instastory di akun Instagram miliknya, @ninikwafiroh, seperti dikutip CNNIndonesia.com pada Senin (21/6).

Informasi serupa juga disampaikan oleh akun Twitter Fraksi PKB DPR RI, @FraksiPKB. Fraksi PKB DPR mengunggah cerita Ninik yang sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Ninik mengaku kondisinya mulai membaik.


"Syukur alhamdulilah, perubahan kondisi badan cepet banget. Disamping suhu badan 36C, karena diguyur infus, badan udah seger. Tinggal batuknya aja. Kata Pak Terawan 'sampean biasane ngopeni uwong akeh mbak, sak iki sampean seng kudu tak openi'," tulis Ninik.

Untuk diketahui, Ninik menjadi salah satu dari 11 anggota DPR yang menerima vaksin Nusantara pada April 2021 silam.

Beberapa hari lalu, Terawan mengklaim pengembangan vaksin Nusantara besutannya tidak membutuhkan anggaran negara. Menurutnya, yang dibutuhkan pihaknya saat ini adalah lampu hijau uji klinik fase III.

Proses uji klinis fase II vaksin Nusantara diputuskan hanya menjadi penelitian dan pelayanan kesehatan melalui nota kesepahaman alias MoU antara BPOM, Kemenkes, dan TNI AD pada 19 Maret lalu.

Terawan mengklaim vaksin berbasis sel dendritik besutannya akan mampu menangkal segala macam mutasi virus SARS-CoV-2 yang terus mengalami perkembangan.

Ia menyebut hanya perlu waktu delapan hari untuk mencampurkan komponen antigen beragam varian baru itu untuk kemudian dipaparkan kembali dengan sampel darah manusia.

Komisi VII DPR RI setuju Terawan melanjutkan riset pengembangan vaksin Nusantara. Mereka bahkan mendesak agar vaksin Nusantara segera melakukan uji klinis tahap III.

(mts/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK