Satgas Jawab Desakan Lockdown: Pernah Dicoba di Awal Pandemi

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 16:29 WIB
Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito mengklaim konsep lockdown atau karantina wilayah sudah pernah diterapkan saat awal pandemi virus corona tahun lalu. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito menjawab desakan lockdown untuk mengatasi pandemi Covid-19. Ganip menyebut lockdown sudah pernah dicoba di awal pandemi Covid-19 tahun lalu. (Arsip Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito menjawab desakan untuk mengambil kebijakan lockdown atau karantina wilayah untuk menekan penularan virus corona (Covid-19). Ganip mengklaim pemerintah sudah mencoba konsep lockdown sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu.

"Sebenarnya konsep lockdown atau karantina wilayah, ataupun PPKM mikro ini semua sudah pernah kita coba mulai dari pertama pandemi," kata Ganip dalam rapat koordinasi Satgas Covid-19 yang disiarkan melalui kanal YouTube Pusdalops BNPB, Senin (21/6).

Ganip menjelaskan konsep dasar seluruh kebijakan pengendalian pandemi ada dua. Pertama, penegakan kepatuhan atas protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Kedua, pembatasan mobilitas masyarakat di setiap daerah.


Menurutnya, dua kunci pengendalian pandemi Covid-19 itu telah diterapkan dalam kebijakan pemerintah, mulai dari PSBB, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), PPKM, hingga PPKM Mikro.

Ganip mengatakan penerapan PSBB dengan pembatasan di beberapa sektor rasanya berat dilakukan saat ini.

"Kalau kita melakukan PSBB dampak sosial-ekonominya termasuk keamanan ini juga implikasinya terlalu besar," ujarnya.

Kepala BNPB itu pun meminta pemerintah daerah memaksimalkan penerapan PPKM Mikro. Pemerintah pusat telah memutuskan untuk memperpanjang penerapan PPKM skala mikro dengan sejumlah penguatan, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Pengetatan kali ini seperti kebijakan work from home dengan ketentuan 75 persen bekerja di rumah dan 25 sisanya bekerja di kantor untuk wilayah zona merah. Kemudian sekolah tatap muka dihentikan, tempat ibadah ditutup, dan hajatan masyarakat hanya boleh 25 persen.

Selain itu, pada PPKM mikro kali ini, restoran, warung makan, kafe, PKL, dan lapak jajanan, baik yang berdiri sendiri maupun di pasar, pusat perbelanjaan atau mall hanya dibolehkan makan di tempat atau dine in maksimal 25 persen dari kapasitas. Sementara untuk layanan take away atau bawa pulang lewat pesanan menyesuaikan jam operasional yang dibatasi sampai dengan pukul 20.00.

"Sampai saat ini PPKM mikro terbukti efektif," ujarnya.

Desakan lockdown dilontarkan berbagai pihak selama sepekan terakhir. Mulai dari Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban hingga Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra.

Desakan juga datang lewat petisi daring yang mendesak Jokowi segera melakukan 10 langkah penanganan pandemi virus corona di Indonesia, salah satu poinnya adalah karantina wilayah alias lockdown. Dari pantauan CNNIndonesia.com hingga pukul 15.25 WIB, Senin (21/6), petisi yang disertai surat terbuka dan dibuat melalui Google Documents itu telah diteken oleh 2.474 orang.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK