Beda Pemerintah & Ahli soal Vaksin Efektif Lawan Varian Baru

CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 15:14 WIB
Pemerintah dan ahli epidemiologi memiliki pendapat berbeda soal efektivitas vaksin yang ada di Indonesia melawan varian covid baru. Pemerintah dan ahli epidemiologi memiliki pendapat berbeda soal efektivitas vaksin. (Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengklaim semua jenis vaksin covid-19 yang ada di Indonesia efektif untuk melawan varian dari mutasi virus SARS-CoV-2 yang tergolong 'Variant of Concern (VoC)'. Varian yang dimaksud di antaranya varian B117 Alfa, B1351 Beta, dan B1617.2 Delta.

Nadia mengatakan efektivitas itu dibuktikan dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kita lihat rekomendasi WHO dikatakan semua vaksin masih sangat efektif melawan varian virus baru," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/6).


Nadia menyebut, tingkat efektivitas tersebut salah satunya dapat dilihat dari efek vaksinasi pada tenaga kesehatan.

Ia mengatakan nakes yang telah divaksin rata-rata tidak mendapatkan gejala yang parah saat terinfeksi virus Covid-19.

"Kita bisa lihat di kalangan nakes walau banyak yang terinfeksi tetapi hampir semuanya gejalanya ringan bahkan tidak bergejala," ucap dia.

Selain itu, efektivitas vaksin juga sudah terbukti dengan publikasi ilmiah dari Public Health Inggris. Dalam publikasi tersebut, Nadia mengatakan, tingkat efikasinya mencapai 60 sampai 66 persen.

Namun berbeda dengan Nadia, epidemiolog dari Universitas Griffith Dicky Budiman mengatakan, vaksin yang terbukti efektivitas melawan varian baru virus Covid-19 baru Astrazeneca.

"Sekarang yang dipakai di Indonesia, yang beredar di Indonesia, yang secara saintifik terbukti untuk varian baru, varian delta yang paling serius, ya AstraZaneca sejauh ini," ucap Dicky kepada CNNIndonesia.com.

Dicky mengatakan, untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm belum terbukti dan masih menunggu data penelitiannya.

Meski begitu, ia menyebut vaksinasi tetap harus dilakukan untuk AstraZeneca maupun Sinovac dan Sinopharm.

Dicky mengatakan, vaksin penting terutama untuk barrier, proteksi individu, bahkan pada komunitas setempat.

"Kalau mayoritas divaksin akan terproteksi, artinya itu pentingnya vaksinasi," ucap dia.

Hasil penelitian lembaga kesehatan di Inggris (PHE) menyebut dua dosis vaksin AstraZeneca 66 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B117.

Sementara satu dosis vaksin AstraZeneca 50 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian B117 setelah 3 minggu disuntikkan.

Penelitian yang dilakukan oleh PHE dalam rentang waktu 5 April hingga 16 Mei 2021 ini juga mengemukakan bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca 60 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian B1617 .

Selain itu, satu dosis vaksin AstraZeneca 33 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian B1617 pasca 3 minggu vaksin tersebut disuntikkan.

Saait ini Indonesia mempunyai tiga jenis vaksin yaitu vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Pada Minggu (20/6), pemerintah mendatangkan 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac. Jumlah itu menambah persediaan vaksin di tanah air. Total, Indonesia telah menerima 104,7 juta dosis vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

(yla/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK