Dipukul Mundur Polisi, Massa Rizieq Lari ke Perkampungan

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 10:12 WIB
Massa pendukung Rizieq berlarian masuk ke perkampungan sekitar PN Jakarta Timur usai polisi menembakkan gas air mata dan meminta massa bubar. Kericuhan sidang Imam Besar FPI Rizieq Shihab di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (24/6). (CNN Indonesia/ Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi memukul mundur massa pendukung eks tokoh FPI Rizieq Shihab di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur usai bentrok antara petugas dan massa pecah.

Pantauan CNNIndonesia.com, Kamis (24/6), massa pun berlarian ke arah perkampungan yang berada di sekitar PN Jaktim. Massa juga sempat melempari petugas dengan batu.

Melalui pengeras suara, Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan meminta massa untuk berhenti melempar.


"Massa kami ingatkan untuk tidak melakukan pelemparan. Bila ada perwakilan tolong untuk disampaikan. Ini aksi damai," kata Erwin.

Massa datang ke Pengadilan Jakarta Timur untuk melihat sidang pembacaan vonis kasus penyebaran kabar bohong tes swab virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Ummi, Bogor. Jaksa mendakwa Rizieq, Hanif dan Andi bersama-sama melakukan penyebaran berita bohong terhadap hasil tes swab Rizieq yang dilakukan di RS Ummi, Kota Bogor, pada akhir November 2020.

Ratusan massa bersorban dari berbagai daerah itu tiba di PN Jaktim, sejak Rabu (23/6) malam. Polisi berupaya untuk memblokade jalan masuk menuju PN Jakarta Timur. Blokade dilakukan untuk menghindari kerumunan massa di masa pandemi Covid-19.

Namun, massa pendukung Rizieq mencoba untuk menembus blokade. Ratusan aparat bertameng membuat barisan untuk menghalau massa pendukung Rizieq. Bentrok pecah ketika sejumlah orang melempari petugas dengan botol air mineral dan menendang tameng petugas.

Polisi kemudian membalasnya dengan menembakkan gas air mata. Bentrok petugas dengan massa ini sempat membuat arus lalu lintas di sekitar PN Jaktim tersendat.

(yoa/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK