Epidemiolog Tantang Pemerintah Tes PCR 300 Ribu Per Hari

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 18:30 WIB
Pendekatan kebijakan yang dilakukan dalam PPKM dinilai tidak bisa diandalkan jika tracing dan testing masih lemah. Ilustrasi tes PCR. (CNN Indonesia / Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Hermawan Saputra menilai penanganan pandemi Covid-19 perlu didorong dengan meningkatkan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) secara masif.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan implementasi pengendalian pandemi seperti saat ini.

"Harusnya diikuti target testing minimal 500-700 spesimen per hari, itu baru fair. Itu berarti menyasar minimal 200-300 ribu orang per hari untuk dites. Nah itu baru kita bisa punya harapan untuk kebijakan PPKM," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/6).


Hermawan mengatakan pendekatan kebijakan yang dilakukan dalam PPKM tidak bisa diandalkan jika tracing dan testing masih lemah. Jika pemerintah tak mengupayakan perubahan, sambung dia, maka dorongan lockdown harus digaungkan.

Ia mengatakan esensi kebijakan PPKM maupun lockdown jika dilakukan dengan optimal maka bisa berdampak efektif. Namun, Hermawan menyoroti realita implementasi PPKM yang masih bermasalah.

"Pengalaman yang kita lihat bahwa di lapangan kendali atas perilaku masyarakat itu sangat sulit. Tapi juga di sisi penegakan atau upaya pengendalian covid-19 juga lemah, terutama testing dan tracing," tuturnya.

Mengutip data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per Kamis (24/6), pemerintah baru mampu memeriksa PCR 136 ribuan spesimen.

Laju kasus Covid-19 sendiri terus meningkat. Per hari ini, Satgas Penanganan Covid-19 mendapat 20.574 kasus terkonfirmasi positif dalam kurun waktu 24 jam.

(fey/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK