Perbandingan Data Covid-19 RI Usai Nataru dan Lebaran 2021

CNN Indonesia | Sabtu, 26/06/2021 13:26 WIB
Berikut rangkuman angka Covid-19 perbandingan kurun waktu enam pekan pasca libur natal dan tahun baru (Nataru) dan pasca libur lebaran 2021. Ilustrasi pasien Covid-19. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penambahan kasus virus corona (Covid-19) harian di Indonesia tembus 10 ribu kasus lebih dalam sembilan hari berturut-turut, bahkan pada Kamis (24/6) lalu kasus pecah rekor tertinggi dengan penambahan 20.574 kasus dalam sehari.

Tambahan angka kematian covid-19 juga juga meroket pada Jumat (26/6) kemarin dengan penambahan lebih dari 400 kasus yang merupakan jumlah kematian harian tertinggi nomor tiga sejak pandemi Indonesia. Lonjakan akhir-akhir ini disebut-sebut sebagai dampak kumulatif dari libur panjang Idulfitri 1442 Hijriah.

Indonesia sempat mengalami situasi serupa di Januari-Februari 2021 lalu atau disebut sebagai dampak dari libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan beberapa epidemiolog bahkan menyebut puncak pertama covid-19 Indonesia terjadi di 30 Januari dengan penambahan 14.518 kasus per hari.


Sebab dalam kurun waktu 18 pekan setelah itu, kasus mengalami stagnasi di bawah 7 ribu kasus dalam seharinya. Pun kemudian mirip, libur nataru dan libur lebaran ini juga menyebabkan melonjaknya tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah Rumah Sakit, sehingga menjadikannya penuh.

CNNIndonesia.com merangkum beberapa data dalam perbandingan kurun waktu enam pekan pasca libur nataru dan pasca libur lebaran, sebagaimana berikut:

Signifikansi Kenaikan Kasus Lebih Lama Libur Lebaran

Penambahan kasus konfirmasi covid-19 harian pada periode Januari-Februari lebih tinggi dibandingkan pada Mei-Juni. Secara kumulatif, penambahan kasus di enam pekan libur panjang nataru sebanyak 448.792 kasus, atau apabila di rata-rata 74.798 kasus dalam sepekan, meski penambahannya variatif.

Pada pekan pertama Januari kasus bertambah 54.525 kasus dalam sepekan. Kemudian pekan kedua 71.877 kasus, pekan ketiga 82.051 kasus, pekan keempat 86.342 kasus, pekan kelima 85.112 kasus, dan pekan keenam 68.885 kasus.

Bila melihat perkembangan data itu, maka pada libur panjang Nataru terlihat kasus mengalami lonjakan dalam empat pekan, kemudian dua pekan setelahnya mulai menunjukkan ada penurunan.

Sementara pada kasus libur panjang pasca lebaran, secara kumulatif Indonesia mencatat penambahan 322.343 kasus dalam enam pekan. Pada pekan pertama pasca libur lebaran atau memasuki pekan kedua di Mei, kasus bertambah 27.246 kasus dalam sepekan.

Kemudian pekan kedua 38.601 kasus, pekan ketiga 39.627 kasus, pekan keempat 48.816 kasus, pekan kelima 64.334 kasus, dan pekan keenam 103.719 kasus. Dari rentetan data itu, dapat dilihat bahwa kasus mengalami kenaikan signifikan dan belum menurun.

Dari kedua data itu, maka dapat ditarik kesimpulan sesuai data, bahwa signifikasi kenaikan kasus covid-19 lebih lama bertahan di libur panjang pasca lebaran, meskipun secara jumlahnya lebih tinggi libur nataru.

Kasus Kematian Lebih Banyak Nataru

Jumlah warga yang meninggal akibat terpapar covid-19 selama periode enam pekan di Januari-Februari lebih tinggi daripada enam pekan di periode Mei-Juni. Dalam kurun waktu itu, jumlah kematian warga di nataru berjumlah 10.243 orang, sementara dalam kurun waktu pasca lebaran jumlah kematian berjumlah 8.233 orang.

Dalam dua periode itu juga terjadi rekor jumlah kematian harian tertinggi selama pandemi. Pada tanggal 28 Januari 2021 rekor kasus kematian tercatat dalam 476 kasus sehari, dan pada 25 Juni 2021 kemarin kasus kematian mencapai 422 kasus yang menjadikannya rekor urutan ketiga tertinggi.

Kasus Sembuh Libur Lebaran Lebih Rendah

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK