Megawati Bangga PDIP Pernah Dicap Partai Sandal Jepit

CNN Indonesia
Selasa, 29/06/2021 19:15
Megawati Soekarnoputri mengatakan PDIP telah menjadi kendaraan dirinya memperoleh beragam penghargaan, termasuk gelar profesor kehormatan.Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bangga partainya pernah disebut sebagai partai sandal jepit.

Menurut Megawati, PDIP telah menjadi kendaraan dirinya memperoleh berbagai penghargaan termasuk gelar profesor kehormatan dengan status Guru Besar Tidak Tetap oleh Universitas Pertahanan (Unhan) belum lama ini.

"Dulu waktu saya gelar profesor belum lama, saya pikir kenapa ya hasil saya, ternyata yang lihat kan orang lain. Saya diberi profesor dari yang namanya kepemimpinan strategic, apa yang saya pimpin berhasil, mungkin partai dari yang disebut partai rakyat, partai sandal jepit," kata Megawati dalam sebuah diskusi yang digelar Megawati Institute secara daring, Selasa (29/6).


Berangkat dari itu, Megawati mengajak anak muda untuk membuka diri.

"Saya katakan kepada mereka saya sebagai ketua umum bangga, partai saya hanya partai rakyat yang sandalnya sandal jepit. Ini yang harus kalian sadari untuk membuka diri," kata Megawati.

Di sisi lain, Megawati menilai kelompok perempuan di Indonesia masih menganggap berpolitik merupakan hal yang tabu.

Ia mengaku menyayangkan hal itu. Menurutnya, berpolitik sederhana seperti mempertanyakan hal-hal yang dekat di kehidupan sehari-hari.

"Politik itu sebetulnya gampangnya pertanyaan, why. Why begini, why begitu, mengapa begini mengapa begitu, maunya begini maunya begitu, that is politic. Gampang saja, enggak usah pakai ilmu-ilmu dulu, itu bahasa rakyat saya," ujar Megawati.

Oleh karena itu, Megawati mengajak agar kelompok perempuan berani berpolitik. Bahkan, ia menyebut para perempuan semestinya mencontoh dirinya yang memangku sejumlah jabatan di dunia politik.

Presiden kelima Ri itu juga berkata, jika dirinya bisa menjadi presiden, wakil presiden, ketua umum partai, serta anggota DPR, maka perempuan yang lain pun bisa mengikuti jejaknya.

"Jadi ibu-ibu please, tolong kaum perempuan itu, saya ingin, nah kalau saya bilang begini nanti yang enggak seneng sama saya bilang, 'bu itu muji-muji diri sendiri', no. Contoh saya, seorang perempuan bisa jadi presiden, wakil presiden, tiga kali [anggota] DPR, ketua umum partai sampai sekarang," kata Megawati.

Megawati menerima gelar profesor kehormatan dengan status Guru Besar Tidak Tetap oleh Unhan pada Jumat (11/6).

Mengutip buku Satyam Eva Jayate yang dibagikan PDIP pada 2019 lalu, Megawati pertama kali menerima gelar doktor kehormatan atau honoris causa dalam bidang hukum dari Waseda University Tokyo, Jepang pada 29 Agustus 2001.

Kemudian ia menerima gelar doktor honoris causa dalam bidang politik dari Moscow State Institute of International Relations, Rusia pada 22 April 2003.

Megawati juga pernah menerima doktor honoris causa dalam bidang politik dari Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korea Selatan pada 19 Oktober 2015.

Gelar kehormatan lainnya yang diterima Megawati antara lain doktor honoris causa bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, doktor honoris causa bidang ekonomi demokrasi dari Mokpo National University, Korea Selatan.

Kemudian doktor honoris causa dalam bidang politik pendidikan dari Universitas Negeri Padang, doktor honoris causa dalam bidang poltik pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta doktor honoris causa dalam bidang diplomasi ekonomi dari Fujian Normal University di China.

(mts/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK