Pergerakan Masih Tinggi, Moeldoko Sebut PPKM Belum Berhasil

CNN Indonesia
Minggu, 11 Jul 2021 00:20 WIB
Kepala KSP Moeldoko menyebut pergerakan atau mobilitas masyarakat masih tinggi, meski telah diterapkan PPKM Darurat Jawa dan Bali sejak 3 Juli lalu. Kepala KSP Moeldoko menyebut pergerakan atau mobilitas masyarakat masih tinggi, meski telah diterapkan PPKM Darurat Jawa dan Bali sejak 3 Juli lalu.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut pergerakan atau mobilitas masyarakat masih tinggi, meski telah diterapkan PPKM Darurat Jawa dan Bali sejak 3 Juli lalu.

Dia memaparkan mobilitas masyarakat hanya turun 30 persen sejak diterapkannya PPKM Darurat Jawa Bali. Menurutnya, PPKM Darurat ini baru bisa dianggap berhasil jika pergerakan masyarakat turun sedikitnya hingga 50 persen.

"Berdasarkan pantauan tingkat mobilitas masyarakat ini relatif masih tinggi baru berkurang 30 persen, padahal dianggap berhasil kalau di atas 50 persen," kata Moeldoko melalui rekaman wawancara yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (10/7).


Sehingga, untuk memaksimalkan capaian PPKM Darurat ini pihaknya melakukan pengetatan dan memperkuat pengawasan terkait PPKM Darurat ini, agar masyarakat bisa lebih disiplin dan tidak melakukan mobilitas atau pergerakan di luar rumah selain yang memang benar-benar penting.

"Pemerintah akan memperkuat dan perketat PPKM, perkuat petugas dan memperketat agar disiplin jadi suatu yang tidak boleh ditawar," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga mengajak masyarakat agar bisa lebih taat terhadap protokol kesehatan dan setiap peraturan yang dikeluarkan pemerintah.

Sebab kata dia, tanpa adanya kesadaran dari diri sendiri untuk patuh terhadap semua anjuran pemerintah, maka akan sangat sulit PPKM Darurat yang diterapkan demi menekan laju penyebaran covid-19 bisa berhasil.

"Akan sangat sulit PPKM Darurat Jawa Bali berhasil. Poinnya, kesadaran, tidak kumpul, tidak mobilitas, patuh 3M. Itu jadi kunci PPKM darurat berjalan," katanya.

(tst/age)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER