Malam Iduladha, Suramadu Arah Madura Tanpa Penyekatan

CNN Indonesia | Senin, 19/07/2021 20:55 WIB
Lajur Surabaya menuju Pulau Madura di Suramadu terpantau lengang tanpa penyekatan meski sempat ada klaim pencegahan mudik toron. Jembatan Suramadu tanpa penyekatan untuk mencegah mudik alias toron ke Madura. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Surabaya, CNN Indonesia --

Akses di Jembatan Suramadu sisi Surabaya menuju Pulau Madura terpantau lengang tanpa ada penyekatan meskipun sempat ada klaim pencegahan tradisi toron alias mudik.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Senin (19/7), kendaraan roda dua maupun roda empat bebas diperkenankan melintas ke arah Madura atau sebaliknya tanpa harus menjalani pemeriksaan oleh petugas.

Water berrier yang biasa digunakan untuk menyekat jalan terlihat dibiarkan terbuka dan berada di pinggir jalan. Sejumlah petugas juga tampak hanya duduk di pos jaga.


Saat dikonfirmasi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum tak memberikan jawaban soal penyekatan di Suramadu.

"Saya lagi video conference," ucapnya.

Ia hanya menyebut rencananya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jatim akan meninjau titik pos penyekatan Suramadu, malam nanti.

Terpisah, Kepala Bagian Operasional Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Eko Nur Wahyudiono mengklaim bahwa penyekatan di Suramadu telah dilakukan untuk mengantisipasi arus mudik ke Madura atau tradisi Toron.

"Untuk Toron sendiri sejak tanggal 17-24 Juli itu kamu pertebal karena seluruh Indonesia memperketat pembatasan antardaerah," kata Eko.

Eko mengatakan penyekatan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kepada pengendara, seperti kelengkapan surat izin keluar masuk (SIKM), surat tugas dari perusahaan, dan sertifikat vaksinasi.

"Untuk penyeberangan Suramadu itu kita siagakan 30 personil dari polrestabes tanjung perak, 30 personil dari Polda Jatim, 30 dari Brimob, 30 dari TNI AD, 30 dari Linmas, 30 dari Satpol PP, dan 18 personil dr dishub. Dibagi dalam 3 shift dari 30 personil," sebutnya.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tak melakukan mudik ke kampung halaman, termasuk ke Madura, demi menghindari potensi lonjakan Covid-19.

Terpisah, Direktorat Lalu lintas Polda Lampung melakukan penyekatan di empat titik ruas tol di Lampung untuk mencegah pemudik dari Jawa.

Infografis 14 Hari PPKM Darurat dalam DataInfografis 14 Hari PPKM Darurat dalam Data. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

"Untuk antisipasi adanya pemudik dari Jawa, maka kami melakukan penyekatan di empat titik ruas tol di Lampung muali dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, hingga Gerbang tol Simpang Pematang, Mesuji. Penyekatan tersebut, sudah disosialisasikan ke masyarakat," ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/7/2021).

Di tempat Pos Penyekatan tersebut, kata Kombes Pol Raden, akan dilakukan pemeriksaan beberapa dokumen kelengkapan pengguna jalan yang ingin melintas, seperti dokumen sertifikat vaksin, surat hasil rapid test antigen atau PCR.

Selain itu juga, petugas juga akan memeriksa surat tugas atau Surat Tanda Registrasi Pekerja (STPR) dan kepatuhan protokol kesehatan (prokes).

"Kami mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan perjalanan mudik Idul Adha atau juga halal bihalal dan pergi ke sejumlah tempat wisata karena penyebaran Covid-19 masih masif. Jadi harus tetap patuhi aturan Prokes, jangan sampai diabaikan,"ungkapnya.

Senada, Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung AKBP M Rano Hadianto mengantisipasi pemudik maupun wisatawan masuk Bandung.

"Tentunya jajaran Polrestabes Bandung tetap mengantisipasi adanya arus mudik atau arus wisata yang kemungkinan masuk ke Kota Bandung, yaitu dengan tetap melakukan penyekatan di beberapa gerbang tol dan juga batas kota," cetusnya.

Untuk pengamanan Iduladha sendiri jajaran Polrestabes Bandung menyiagakan 300 aparat gabungan. Personel gabungan tersebut akan disebar ke sejumlah titik di Kota Bandung.

"Jumlah personel yang diturunkan sekitar 300 personel untuk mengamankan Kota Bandung. Mereka disebar di beberapa titik di Kota Bandung," katanya.

(frd/zai/hyg/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK