Satgas Oksigen Diminta Kawal Ketat Pemenuhan Suplai di RS

KPC PEN, CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 22:35 WIB
Untuk memastikan pasokan di rumah sakit terpenuhi, pemerintah meminta Satgas Oksigen terus memastikan pengawalan rute perjalanan. Ilustrasi suplai oksigen untuk pasien Covid-19. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengingatkan kembali kepada rumah sakit agar terus memperbarui situasi oksigen pada sistem informasi RS Online secara teratur, agar penanganan Covid-19 maksimal.

"Kami juga mendorong Satgas Oksigen untuk menjadi forum koordinasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota termasuk memastikan pengawalan pada rute perjalanan yang ada pengetatan," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi.

Untuk memastikan pasokan, pemerintah juga sudah menerima dari donasi berupa oksigen concentrator, tabung oksigen, liquid oksigen dari Singapura, Australia, Temasek, Indorama, Shopee, Pertamina dan Tanoto.


Sementara terkait testing, Nadia menyatakan jumlah secara nasional meningkat, tapi capaian target testing-tracing di daerah PPKM level 4 masih rendah

Pada tiga hari terakhir testing juga mengalami penurunan, sementara angka angka positivity rate masih di atas 5%.

Hal ini menunjukkan penularan masih terjadi di masyarakat. Karena itu perlu penambahan testing untuk segera mengidentifikasi kasus yang sakit, dan pada akhirnya memutus penularan.

Nadia mengatakan hanya 5 kabupaten/kota yang mencapai target testing di atas 90% di 3 hari terakhir, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sumenep.

Untuk kabupaten/kota PPKM level 4, testing perlu ditingkatkan terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Ia memaparkan rasio kontak erat dan jumlah penduduk masih rendah yaitu kurang dari 5 kontak erat per minggu, sementara target yang diharapkan adalah lebih dari 9 kontak erat per minggu.

"Karena itu, pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kapasitas tracing dengan melibatkan kader, mahasiswa, bidan desa, atau babinsa dan babinkamtibmas. Kementerian kesehatan telah mendukung operasionalnya melalui BOK (Bantuan Biaya Operasional Kesehatan, red) Puskesmas," ujar Nadia.

(vws)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK