Anggota DPRD Malaka Pesta Tanpa Prokes dari Hanura dan Golkar

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 05:37 WIB
Anggota DPRD Malaka, NTT yang pesta tanpa masker dan prokes di tengah penyebaran covid berasal dari Golkar dan Hanura. Anggota DPRD Malaka, NTT yang joget dan bernyanyi di tengah pandemi covid dan tanpa protokol kesehatan berasal dari Golkar dan Hanura. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Kupang, CNN Indonesia --

Tiga Anggota DPRD Malaka, Nusa Tenggara Timur, yang berjoged ria tanpa menggunakan masker dengan seorang yang sedang bernyanyi diiringi organ tunggal yang videonya viral, berasal dari Partai Golkar dan Partai Hanura.

Ketiga anggota DPRD itu adalah Raimundus Seran Klau (Partai Golkar), Maria Fatima Seuk Kain (Partai Golkar), dan Bernadette Luruk Seran (Partai Hanura). Sedangkan yang sedang bernyanyi diiringi organ tunggal adalah Jemianus Koe yang juga berasal dari Partai Golkar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan joget tersebut terjadi di lingkungan kantor DPRD Malaka. Tapi belum diketahui secara pasti kapan kejadiannya dan siapa yang merekam video tersebut.


CNNIndonesia.com sudah mulai berupaya meminta penjelasan kepada Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran soal masalah tersebut. Tapi, ia belum memberikan responsnya.

"Bapak udah tidur", balas pesan singkat dari ketua DPRD Malaka.

Sedangkan Raimundus Seran Klau salah satu anggota DPRD di dalam video tersebut sedang berjoget sambil memegang gelas yang diduga minuman keras juga belum merespons konfirmasi.

Kapolres Malaka, AKBP Rudy Ledo kepada CNN Indonesia pada Rabu (21/7) malam membenarkan kejadian aksi joget dan bernyanyi dalam video viral tersebut. Kejadian berlangsung di lingkungan kantor DPRD Malaka.

"Kejadian tersebut di lingkungan kerja mereka", kata Kapolres Malaka Rudy Ledo.

Menurut Rudy Ledo, pihaknya sedang menyelidiki video viral tersebut. Pemeriksaan dilakukan Karena empat anggota DPRD Malaka tersebut tidak menggunakan masker.

Pihak kepolisian lanjut Rudy Ledo, akan memanggil keempat anggota DPRD Malaka tersebut untuk dimintai klarifikasi.

"Untuk para oknum tersebut kami akan panggil untuk klarifikasi", jelasnya.

Rudy menyesalkan peristiwa pesta tersebut. Pasalnya, itu dilakukan di tengah upaya pemerintah daerah dan semua pihak menekan penyebaran covid-19. Terlebih pelakunya anggota DPRD  yang harusnya memberi teladan bagi masyarakat di masa pandemi covid-19.

Menurut Rudy, pihaknya belum mengetahui kapan peristiwa tersebut terjadi. "Kami juga kaget, tiba-tiba video tersebut sudah beredar dan menjadi viral", tandasnya.

Rudy menyebut telah berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Malaka dan mendapat respon positif. "Dan beliau juga menyayangkan kejadian tersebut", kata Rudy.

(blo/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK