Testing Covid-19 DIY Tak Sampai 10 Ribu Sepekan Terakhir

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 21:50 WIB
Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Pemda DIY dari 15 Juli lalu jumlah tes di provinsi itu beada di kisaran 8-9 ribuan tes yang dilakukan per harinya. Ilustrasi. Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Pemda DIY dari 15 Juli lalu jumlah tes di provinsi itu beada di kisaran 8-9 ribuan tes yang dilakukan per harinya. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Angka pemeriksaan sampel Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menurun pada sepekan terakhir pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa Bali.

Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Pemda DIY, jumlah sampel diperiksa sebanyak 9.553 spesimen pada 15 Juli. Sehari berselang, tercatat 8.870 sampel diperiksa. Pada 17 Juli, ada 9.688 spesimen terperiksa.

Kemudian, pada 18 Juli terhitung 8.491 sampel; 19 Juli, 8.513 sampel; 20 Juli, 8.078 sampel; dan 21 Juni, 8.399 sampel.


Sementara, pencapaian di atas 10 ribu tes sehari sebagaimana ditargetkan Kementerian Kesehatan kepada DIY selama masa PPKM darurat, terpenuhi 13 dan 14 Juli lalu, masing-masing sebanyak 10.087 dan 10.594 sampel.

Penurunan angka pemeriksaan sampel ini juga hampir berbarengan dengan berkurangnya kasus Covid-19 harian di DIY. Dari di atas 2 ribu kasus menjadi kisaran 1.800 kasus sehari beberapa hari terakhir.

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyebut kemampuan tes ini dipengaruhi beberapa faktor. Seperti jumlah kasus serta pemilik riwayat kontak erat.

"Misal kasusnya banyak, tracing dapat banyak, testing juga naik. Juga bisa jumlah kontak erat yang diperoleh banyak, maka testing juga naik, begitu sebaliknya," ujar Berty saat dikonfirmasi, Kamis (22/7).

Di satu sisi, pihaknya memedomani arahan Menteri Kesehatan terkait strategi peningkatan tes. Arahan itu antara lain meliputi prioritas penemuan kasus pada suspek dan kontak erat dari kasus-kasus terkonfirmasi; seluruh kontak erat, bergejala maupun tidak; serta mengecualikan orang tanpa gejala dan bukan kontak erat ke dalam golongan prioritas tes.

"Kalau mau meningkatkan tes tanpa kriteria sebenarnya gampang. Setiap orang di jalan dites saja, nanti sampel naik, positivity rate turun. Tapi tidak sesuai kriteria," tegasnya.

Sementara, Kabag Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji menyebut jika kapasitas tes sampel harian di DIY telah melampaui target Pemerintah Pusat yang tercantum melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Darurat.

Pada anjuran penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dalam Inmendagri tersebut, dituliskan target pemeriksaan per hari untuk DIY sebanyak 7.412 orang.

"Sejak tanggal 13 sampai 20 Juli, DIY sudah melampaui target yang diberikan," ucap Ditya.

Selain jumlah tes, pada Inmendagri PPKM Darurat dan Inmendagri No 22/2021 tentang PPKM Level 4 disebut target positivity rate 10 persen. Sedangkan di DIY target tersebut belum terpenuhi beberapa hari terakhir ini.

Positivity rate DIY per 21 Juli kemarin tercatat 17 persen dan 23 persen sehari sebelumnya.

Ditya mengatakan tingginya positivity rate terikat erat dengan transmisi yang terjadi di masyarakat. Ia menegaskan lagi bahwa pengurangan mobilitas adalah solusi menekan positivity rate tercepat.

"Ada hal lain yang lebih mudah yaitu taat prokes, pakai masker, jaga jarak, dan lain-lain. Tapi, ini berkaitan dengan perilaku masyarakat. Perlu waktu yang lebih lama karena ini mengubah perilaku. Target lainnya adalah percepatan vaksinasi. Saat ini pemerintah terus berupaya melakukan percepatan-percepatan tersebut," pungkasnya.

(kum/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK