Gunung Merapi 166 Kali Luncurkan Guguran Lava dalam Sepekan

CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 21:54 WIB
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menyebut ratusan guguran lava terpantau di berbagai sisi Gunung Merapi sepanjang 16-22 Juli 2021. Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava sebanyak 166 kali selama sepekan ini. Ilustrasi (AFP/AGUNG SUPRIYANTO)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Gunung Merapi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dilaporkan mengeluarkan guguran lava sebanyak 166 kali dalam sepekan terakhir.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida menyebut ratusan kejadian guguran lava terpantau di berbagai sisi Gunung Merapi sepanjang 16-22 Juli 2021.

Guguran lava teramati sebanyak 62 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter.


"Ke arah barat daya 101 kali dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter," kata Hanik dalam keterangannya, Jumat (23/7).

Guguran lava, kata Hanik, terpantau 2 kali ke barat dengan jarak luncur terjauh 1.500 meter, dan 1 kali ke barat laut dengan jarak luncur 500 meter.

"Guguran yang teramati pada sisi barat berasal dari material lama Lava 1992 dan Lava 1998, demikian juga guguran yang mengarah ke barat laut berasal dari material lama Lava 1948," ujarnya.

BPPTKG juga melaporkan perkembangan dua kubah lava Gunung Merapi. Menurut Hanik, berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Tunggularum menunjukkan volume kubah di sektor barat daya sebesar 1.880.000 meter kubik.

Sedangkan analisis dari Stasiun Kamera Deles menunjukkan volume kubah tengah sebesar 2.808.000 meter kubik.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 7 sentimeter pe hari," ujarnya.

Selama pekan ini nihil laporan terkait hujan, lahar, maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

"Kesimpulan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," katanya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah Sungai Woro, dan sejauh 5 kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

(kum/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK