Sampah Plastik dan Styrofoam Cemari Perairan Pulau Pari

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 10:28 WIB
Perairan di kawasan Pulau Pari, Jakarta, tercemar sampah. Sampah-sampah plastik dan styrofoam berserakan diduga kiriman dari pesisir utara Jakarta. Perairan di kawasan Pulau Pari, Jakarta, tercemar sampah. Sampah-sampah plastik dan styrofoam berserakan diduga kiriman dari pesisir utara Jakarta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perairan di kawasan Pulau Pari, Jakarta Utara, tercemar sampah. Sampah plastik, sedotan, karung, styrofoam, serta eceng gondok berserakan diduga kiriman dari pesisir utara Jakarta.

Salah seorang nelayan Pulau Pari, Edi Mulyono, menuturkan sampah-sampah itu membentang hingga sepanjang sekitar 20 kilometer di sekitar perairan Pulau Pari.

Edi pertama kali menjumpai sampah-sampah itu pada Sabtu (24/7), pukul 09.00 WIB saat mencari ikan.


"Jenis sampah yang mengapung ada banyak," kata Edi dalam keterangan resmi yang CNNIndonesia.com terima pada Minggu (25/7).

Dalam video yang Edi rekam, tampak sampah-sampah yang mengapung dan mengotori lautan. Ia menunjukkan satu persatu sampah tersebut, mulai dari eceng gondok, plastik, hingga batang pohon pisang.

Akibatnya, Edi membatalkan niatnya mencari ikan karena buruannya menjauhi tumpukan sampah.

Edi menyebut fenomena sampah kiriman di kawasan perairan Pulau Pari telah terjadi berulang kali. Sepanjang 2021 ini, Pulau Pari telah tercemar sampah kiriman hingga empat kali.

"Ikannya nggak ada," kata Edi saat dihubungi melalui aplikasi pesan pendek.

Edi mendesak pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta agar menjaga ekosistem laut. Ia meminta agar warga Jakarta tidak membuang sampah mereka ke sungai. Sebab, sampah tersebut akan hanyut hingga ke pesisir dan mencemari lautan.

"Laut adalah sumber kehidupan kami sebagai nelayan, tempat kami mencari ikan. Tolong kita sama-sama perhatikan, baik Pemprov DKI Jakarta maupun masyarakat Jakarta, kita jaga ekosistem laut dari pencemaran sampah, khususnya plastik," kata Edi.

Sementara itu, menurut Pengkampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta Rehwinda Naibaho, meski perairan Pulau Pari telah berulang kali tercemar sampah kiriman, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta belum mengambil langkah serius.

Menurut Winda, Jakarta sudah mengalami darurat sampah. Sampah plastik, kata Winda, telah mencemari perairan dan pulau-pulau kecil di kawasan Kepulauan Seribu.

"Banyak hasil studi menemukan lautan kita penuh dengan sampah styrofoam dan sedotan, bahkan menyebut bahwa pesisir Jakarta sudah terpapar mikroplastik," jelas Winda.

(iam/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK