Menkes ke Pemda soal Stok Vaksin: Kita Sabar Sedikit

CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 03:30 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin juga  menjelaskan pemberian vaksin kepada daerah didasarkan pada tingkat risiko. Menkes Budi Gunadi Sadikin. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah daerah harus bersabar terkait distribusi vaksin dari pusat. Menkes menegaskan saat ini vaksinasi masih dalam proses pengiriman ke Indonesia secara bertahap.

Budi menyebut vaksin akan didatangkan ke Indonesia mulai 25 Juli sampai 31 Agustus mendatang. Rinciannya, 8 juta dosis vaksin Sinovac dan 4 juta dosis vaksin AstraZeneca.

"Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi, karena memang jumlah vaksinnya cuma segitu," ucap Budi di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).


"Saya memahami semua daerah sudah semangat untuk menyuntikkan vaksin. Kita akan berusaha memenuhinya. Dari sekarang sampai vaksin nanti datang, tanggal 25 itu, kita sabar sedikit, kita pun masih ada stok vaksin nya di masing-masing provinsi dan ibukota," imbuhnya.

Budi menyatakan, pada Agustus, Indonesia akan kembali menerima 45 juta vaksin, terdiri dari Sinovac, Astrazeneca, Moderna dan Pfizer. Budi menyebut jumlah itu bisa saja berubah. Ia mengatakan, Pemda tidak perlu khawatir. Sebab, suplai vaksin akan diberikan jika stok vaksin sudah datang.

"Nanti akan kita kirimkan," ucapnya.

Budi juga menjelaskan pemberian vaksin didasarkan pada tingkat risiko. Daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi akan lebih banyak mendapatkan jatah vaksin. Daerah itu di antaranya, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

"Karena kemungkinan terkena nya juga banyak masuk rumah sakit banyak dan dan yang wafatnya juga banyak. Nah provinsi-provinsi itu akan mendapatkan prioritas," ucap dia.

Berdasarkan data Kemenkes, total vaksin yang didistribusikan sebanyak 73.679.100 dosis. Dari jumlah tersebut 50.663.759 dosis di antaranya diberikan kepada daerah di Jawa Bali. Sementara 22.481.590 dosis lainnya disebar ke seluruh daerah di luar Jawa Bali.

Dari jumlah vaksin yang sudah didistribusikan, tercatat sebanyak 44.728.320 jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksin pertama per 26 Juli pukul 12.00 WIB. Sementara itu, yang sudah mendapatkan dosis dua sebanyak 18.129.878.

Stok Vaksin di Aceh bertahan untuk dua hari

Dari Aceh, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman mengatakan hingga saat ini stok vaksin di berbagai wilayah di Aceh mulai menipis.

Ia memperkirakan stok vaksin tersebut hanya tersedia 2 sampai 3 hari ke depan. Apalagi saat ini pihaknya tengah gencar melakukan vaksinasi massal.

"Stok masih ada. Diperkirakan dalam 2-3 hari ke depan, banyak kabupaten/kota yang hampir habis vaksinnya," kata Iman saat dikonfirmasi, Senin (26/7).

Meski demikian, pihaknya telah menyurati pemerintah pusat untuk mengajukan penambahan vaksin Covid-19. Hanya saja, dari distribusi terakhir, pihaknya mengajukan 100 ribu dosis, namun yang sampai ke Aceh hanya 37 ribu dosis.

Sementara vaksinasi harian di seluruh Aceh mencapai 12 ribu - 15 ribu dosis. Ia memperkirakan dari 37 ribu dosis vaksin yang terakhir tiba akan habis dalam 3 hari ke depan.

"Kita sudah mengajukan penambahan. Yang terakhir itu kita ajukan 100 ribu, tapi yang sampai 37 ribu dosis sementara vaksinasi harian kita bisa mencapai 15 ribu. Jadi kalau stoknya itu bisa bertahan 2 atau 3 hari lagi," ujarnya.

(yla/dra/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK