Ribuan Pelajar di Madura Tolak Divaksinasi karena Hoaks

CNN Indonesia | Senin, 26/07/2021 20:07 WIB
Ribuan pelajar di Madura, Jawa Timur diduga menolak vaksinasi karena khawatir usai mendapat informasi keliru dari media sosial. Ilustrasi penyuntikan vaksin virus corona terhadap pelajar (ANTARA Foto/ARNAS PADDA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan pelajar di Sumenep, Madura, Jawa Timur sengaja tidak hadir di hari penyuntikan vaksin virus corona (Covid-19) karena diduga menerima informasi keliru soal vaksin dari media sosial. Seharusnya ada 1.600 pelajar yang bakal divaksinasi di SMKN 1 Sumenep, namun hanya 104 orang yang hadir di sekolah pada hari ini, Senin (26/7).

Kepala Sekolah SMKN 1 Sumenep, Zainul Sahari mengatakan proses vaksinasi yang menyasar pelajar masih terhambat lantaran tak sedikit yang tak mendapat izin orang tua.

"Memang banyak kekhawatiran orang tua karena banyak mendengar info dari media sosial, tapi aturan vaksinasi itu sekarang sudah diwajibkan," kata Zainul, Senin (26/7).


Zainul mengatakan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada pelajar dan orang tua. Namun, tetap masih banyak kalangan yang punya kekhawatiran soal vaksin Covid-19.

Melihat kondisi saat ini, yang mana tak sedikit pelajar menolak divaksinasi, pihak sekolah tidak akan memberikan sanksi.

Zainul menduga banyak pelajar dan orang tua menolak anaknya divaksinasi karena salah menafsirkan instruksi. Sebelumnya, Pemkot Sumenep menginstruksikan pelajar untuk membawa surat keterangan jika tidak mau divaksinasi.

Hal itu dilakukan demi menepis kekhawatiran orang tua. Namun, instruksi tersebut dimaknai keliru dengan menganggap pelajar tidak wajib divaksinasi. Walhasil, banyak yang tidak hadir di hari penyuntikan vaksin hari ini.

"Dari hasil rapat pimpinan, untuk surat pernyataan siswa kemarin akhirnya dicabut," ungkapnya.

Selanjutnya, siswa akan diwajibkan untuk disuntik vaksin virus corona. Apabila ada kekhawatiran, orang tua boleh mendampingi saat anaknya disuntik vaksin.

"Tidak perlu ada pernyataan siap divaksinasi atau tidak, karena yang menentukan divaksinasi atau tidaknya itu hanya tim medis. Sekarang kita merujuk kepada aturan," kata Zainul.

(nrs/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK