IDI: Varian Delta Plus Ditemukan di Jambi dan Mamuju

CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 20:45 WIB
IDI sebut virus corona varian Delta Plus yang memiliki kemampuan tingkat penularan lebih cepat, telah menyebar di Jambi dan Mamuju. Pasien di RSUD Raden Mattaher Jambi diduga terjangkit virus corona. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jambi Nirwan Satria kaget saat mendapatkan kabar varian Delta Plus ditemukan di daerahnya. Varian yang sama juga ditemukan di Mamuju, Sulawesi Barat.

Berdasarkan informasi yang dia terima, varian ini memiliki kemampuan tingkat penularan yang lebih cepat.

"Jujur kami kaget bahwa varian Delta Plus itu munculnya di Jambi," kata Nirwan dalam konpers mengenai update kondisi dokter oleh Tim Mitigasi IDI yang digelar secara virtual, Rabu (28/7).


Mulanya, menurut Nirwan, laju penularan kasus Covid-19 di Provinsi Jambi mengalami kenaikan signifikan.

Pada 18 Juli lalu, kata Nirwan, tiba-tiba positif Covid-19 meningkat menjadi 442 kasus dalam satu hari. Padahal, pada hari-hari sebelumnya rata-rata kasus harian di Jambi berada di bawah 100 kasus.

"Biasanya rata-rata kami di bawah 100, itu pada tanggal 18 [Juli] tiba-tiba naik menjadi 442 orang kasus positifnya," kata Nirwan.

Mulanya Nirwan merasa heran mendapati kasus Covid-19 di wilayahnya melonjak tajam. Beberapa waktu kemudian ia mengetahui bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan genome sequence, ternyata ditemukan varian Delta Plus di wilayahnya.

"Polanya ini kan meningkat terus, dipikir apa masalahnya meningkat? Nah, dari Kemenkes biasanya ada genome sequence, diekstrak ternyata muncullah [Delta Plus]," ujarnya.

Nirwan mengatakan temuan varian Delta Plus ini disampaikan salah satunya oleh Ketua Eijkman Profesor Amin Soebandrio.

Hingga saat ini, Nirwan mengatakan pihaknya belum mengetahui jumlah pasien yang terpapar varian tersebut, di mana mereka dirawat, serta bagaimana kondisinya.

"Jujur kami tidak punya data detail begitu, tapi kami infokan bahwa di Jambi sudah masuk varian Delta Plus, sama dengan di Mamuju," jelas Nirwan.

Meski demikian, Nirwan menyebut saat ini jumlah kasus positif di wilayahnya menurun menjadi sekitar 200 kasus per hari.

Virus corona varian delta plus adalah jenis teranyar dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Varian ini disebut-sebut sudah menyebar di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Infografis 7 Provinsi Diwaspadai Melonjak Imbas Varian DeltaInfografis 7 Provinsi Diwaspadai Melonjak Imbas Varian Delta. (CNN Indonesia/Basith Subastian)
(iam/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK