Airlangga: 2022 Perlu Program Transisi Pandemik ke Endemik

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 21:18 WIB
Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto mengatakan ada rencana di tahun depan terkait program yang disebut Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berencana mengubah situasi pandemi Covid-19 menjadi endemi mulai 2022 (Kris - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengungkap Presiden Joko Widodo memiliki rencana program yang diistilahkan sebagai "pandemik bertransisi menuju endemik".

Pemerintah sedang menyusun sejumlah program untuk mencapai itu dan mulai dilaksanakan tahun 2022.

"Khusus tahun depan, kita lihat perlu ada program menggeser atau yang diistilahkan Bapak Presiden adalah dari pandemik bertransisi menuju endemik," kata Airlangga dalam wawancara eksklusif di CNN Indonesia TV, Kamis (29/7).


Ia, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar ini, tak menjelaskan makna endemik itu lebih lanjut.

Namun, berbagai sumber menyebut endemi merupakan kondisi penyakit yang berjangkit di suatu darah atau golongan warga. Kata sifatnya adalah endemik. Kondisi ini satu tingkat di bawah pandemi yang merupakan penyebaran penyakit dalam wilayah geografis yang luas.



Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga pernah menyebut Covid-19 akan bergeser dari pandemi menjadi endemi. WHO menyatakan virus corona kemungkinan tidak akan pernah hilang.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menjawab pernyataan Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman soal Indonesia jadi negara terakhir yang keluar dari pandemi Covid-19.

Airlangga menyampaikan pendapat berbeda dari Dicky. Ia menilai Indonesia justru akan lulus lebih dulu dari pandemi. Ia yakin akan hal itu karena Indonesia telah menggelar vaksinasi massal.

"Diharapkan Indonesia akan jadi salah satu negara yang bisa keluar lebih awal," ucapnya.

Sebelumnya, Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memprediksi Indonesia bakal menjadi negara yang paling akhir keluar daripandemi virus corona (Covid-19) dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Dicky mengatakan, prediksi itu muncul lantaran kasus Covid-19 di Indonesia telah menyebar ke seluruh provinsi, di sisi lain, strategi pengendalian pandemi masih belum agresif dan ideal. Namun, Kemenkestidak setuju dengan asumsi demikian.

"Seperti yang sempat disampaikan sebelumnya sempat banyak prediksi tetapi belum ada yang pas," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/7).

(dhf/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK