Melihat Tren Kematian Covid yang Naik di Luar Jawa-Bali

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 15:43 WIB
Tercatat setidaknya ada 6 provinsi di luar Jawa-Bali yang mengalami tren peningkatan dan tambahan angka kasus kematian yang relatif tinggi. Ilustrasi pemakaman jenazah covid-19. (AFP/ADITYA AJI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengaku ada peningkatan kasus kematian di luar Jawa-Bali.

Nadia mengatakan tren peningkatan terlihat dari kasus kematian Covid-19 di beberapa provinsi luar Jawa-Bali.


Nadia mengatakan pihaknya terus mengupayakan berbagai strategi untuk menurunkan angka kematian di Indonesia."Di luar Jawa-Bali kami lihat memang ada tren peningkatan pada kasus kematian," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/8).


"Strategi kami gencar 3T, masyarakat atuhi protokol kesehatan, edukasi masyarakat dan pasien isoman bagaimana perawatan Covid-19 di rumah, serta membangun fasilitas isolasi terpusat terutama di daerah kabupaten kota dengan kasus kematian yang tinggi," tuturnya.

Berdasarkan data harian Satgas Covid-19, ada 6 provinsi di luar Jawa-Bali yang mengalami tren peningkatan dan tambahan angka kasus kematian yang relatif tinggi.

Beberapa daerah terpantau mengalami peningkatan kasus kematian di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data harian Satgas Covid-19 penambahan kasus kematian harian di Provinsi Riau tercatat sebanyak 260 kasus dalam seminggu. Artinya rata-rata 37 kematian sehari.

Rinciannya 23 kasus pada 28 Juli, 25 kasus pada 29 Juli, 43 kasus pada 30 Juli, 50 kasus pada 31 Juli, 33 kasus pada 1 Agustus, 50 kasus pada 2 Agustus, dan 36 kasus pada 3 Agustus kemarin.

Lalu di Kepulauan Riau, ada total 216 kasus kematian dalam sepekan terakhir, rata-rata kasus kematian harian 30 kasus sehari.

Rinciannya 36 kasus pada 28 Juli, 30 kasus pada 29 Juli, 45 kasus pada 30 Juli, 36 kasus pada 31 Juli, 23 kasus pada 1 Agustus, 9 kasus pada 2 Agustus, dan 37 kasus pada 3 Agustus. Kemudian kenaikan juga terlihat di Lampung. Total kematian dalam sepekan sebanyak 607 kasus, rata-rata kasus kematian 86 kasus sehari.

Catatan kasus kematian tertinggi pada 28 Juli sebanyak 180 kasus kematian, kemudian 29 Juli turun di 94 kasus, 30 Juli 89 kasus, 31 Juli 41 kasus, 1 Agustus 75 kasus, 2 Agustus 74 kasus, dan 3 Agustus 54 kasus.

Meski terlihat ada penurunan kasus kematian harian di Lampung, namun angka penambahannya masih cukup tinggi.

Di luar pulau Sumatera, ada Provinsi Kalimantan Selatan dengan total kasus kematian sepekan 166 kasus. Rata-rata penambahan harian 23 kasus sehari. Rinciannya 11 kasus pada 28 Juli, 29 kasus pada 29 Juli, 13 kasus pada 30 Juli, 3 kasus pada 31 Juli, 28 Juli pada 1 Agustus, 41 kasus pada 2 Agustus, dan 41 kasus pada 3 Agustus.

Kemudian ada Kalimantan Timur dengan total 483 kasus kematian sepekan. Rata-rata kasus kematian di provinsi ini 69 kasus sehari. Rinciannya 87 kasus pada 28 Juli, 89 kasus 29 Juli, 64 kasus 30 Juli, 71 kasus 31 Juli, 78 kasus pada 1 Agustus, 51 kasus pada 2 Agustus, dan 43 kasus pada 3 Agustus.

Provinsi lainnya dengan tren peningkatan kasus kematian yakni Nusa Tenggara Timur. Meski menunjukkan angka penambahan yang relatif rendah dibanding daerah lain, grafik kasus kematian di NTT menunjukkan peningkatan.

Dalam sepekan terakhir ada 106 kasus kematian di NTT, rata-rata penambahan harian kasus kematian sebanyak 15 orang sehari. Rinciannya, 12 kasus pada 28 Juli, 15 kasus pada 29 Juli, 28 kasus pada 30 Juli, 10 kasus pada 31 Juli, 5 kasus pada 1 Agustus, 20 kasus pada 2 Agustus, dan 16 kasus pada 3 Agustus.

Sementara 6 daerah di atas diketahui tidak menerapkan PPKM Level 4. Beberapa daerah kabupaten kota di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan NTT masuk dalam penerapan PPKM Level 3 dan level 2.

(mln/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK