Puan Pertanyakan Pemerintah Data Anak Yatim Piatu Imbas Covid

CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 12:08 WIB
Ketua DPR Puan Maharani mengaku hingga saat ini, belum melihat ada data khusus terkait anak-anak Indonesia yang kehilangan orangtua mereka karena Covid-19. Ketua DPR Puan Maharani. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memiliki data khusus terkait anak-anak yatim piatu yang kehilangan orang tua akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Puan mengkritik bahwa sampai saat ini belum ada data khusus terkait hal tersebut. Pasalnya, menurut Puan, hal itu perlu sebagai langkah memberikan perlindungan kepada anak yatim piatu.

"Hingga saat ini, saya belum melihat adanya data khusus terkait anak-anak Indonesia yang kehilangan orangtua mereka karena Covid-19. Kita perlu data tersebut sebagai langkah untuk memberi perlindungan," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/8).


Menurut Puan, data itu diperlukan untuk memastikan negara hadir memberikan perlindungan yang tepat terhadap anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena pandemi.


Politikus PDIP itu menyatakan, perlindungan tersebut mulai dari santunan sampai pengasuhan, tergantung kondisi sosial masing-masing anak.

"Negara harus bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Indonesia yang menjadi korban bencana kesehatan ini," ujarnya.

Untuk jangka pendek, anak-anak yatim piatu akibat Covid-19 ini harus segera mendapat pendampingan untuk pemulihan dampak psikologis akibat kehilangan orangtua mereka.

Lebih jauh, Puan juga meminta serapan anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19 juga digunakan untuk program perlindungan bagi anak-anak yatim piatu akibat Covid-19.

"Program perlindungan itu bisa dalam bentuk santunan, beasiswa atau bantuan belajar," ujar Puan.

Menurut dia, pemerintah harus turun tangan mengatasi hal ini. Karena anak-anak tersebut merupakan generasi penerus bangsa.

"Kalau anak-anak Indonesia hari ini banyak yang putus sekolah dan depresi karena pandemi dan menjadi yatim piatu, bangsa ini yang akan menerima dampaknya dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan," ujarnya.

(dmi/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK