TNI AU Bantah Cat Merah Pesawat Presiden Abaikan Keamanan

CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 16:52 WIB
Menanggapi cat ulang pesawat presiden, TNI AU menyampaikan fungsi warna sebagai kamuflase hanya digunakan untuk pesawat dengan misi khusus. Pesawat Kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo disambut prosesi water salute (penyiraman air) saat mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah menepis pendapat yang menyatakan bahwa pengecatan merah putih pada Pesawat Kepresidenan tipe BBJ2 mengabaikan keamanan presiden.

"Saya kira tidak (mengabaikan keamanan presiden)," kata Indan saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (5/8).

Menurut Indan, penggunaan warna yang berfungsi sebagai kamuflase hanya digunakan untuk pesawat yang memiliki misi tersendiri.


"Fungsi kamuflase digunakan untuk pesawat-pesawat dengan misi khusus," jelasnya.

Lebih lanjut, Indan menyebut bahwa tindak pengamanan terhadap penerbangan kelas VVIP seperti presiden ditangani oleh Komando Pertahanan Udara Nasional Indonesia (Kohanudnas).

Menurut Indan, satuan tersebut akan menggunakan radar pertahananan udara. Jika mereka mendeteksi ancaman terhadap penerbangan kelas VVIP atau kepresidenan itu akan segera ditindak.

"Unsur Hanud [pertahanan udara] yang akan menghadapi ancaman tersebut," jelas Indan.

Sebelumnya, pengecatan warna merah putih pada pesawat kepresidenan menjadi sorotan publik. Selain dipandang sebagai bentuk pemborosan anggaran di tengah pandemi, pemilihan warna tersebut juga dinilai mengabaikan faktor keamanan presiden.

Salah satunya diungkapkan oleh pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi.

Menurut Fahmi, pemilihan warna pesawat kepresidenan pada umumnya berwarna biru. Warna ini dipilih dengan mempertimbangkan fungsi kamuflase warna pesawat saat berada di langit.

Ia mencontohkan pesawat kepresidenan milik China dan Rusia berwarna biru putih, meski bendera negara itu dominan merah.

Negara lainnya, Inggris memilih abu-abu untuk pesawat kepresidenan mereka. Sedangkan menurutnya warna merah putih, alih-alih berkamuflase justru mencolok.

"Kalau saya bilang, ini cenderung mengabaikan aspek keamanan ketika ada pergantian warna menjadi warna yang mencolok merah putih ini," kata Fahmi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/8).

(iam/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK