Manajemen Holywings Kemang Terancam Pidana 1 Tahun Penjara

CNN Indonesia
Selasa, 07 Sep 2021 16:15 WIB
Manajemen Holywings Kemang kena pidana jika terbukti bersalah melanggar UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Ilustrasi Holywings Kemang melanggar PPKM di Jakarta. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Holywings Kemang terancam hukuman pidana satu tahun penjara jika terbukti bersalah melanggar UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa empat orang dari pihak manajemen Holywings.

"Persangkaannya di UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, ancaman 1 tahun penjara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (7/9).

Disampaikan Yusri, penyidik masih terus menyelidiki kasus pelanggaran aturan PPKM di Holywings Kemang ini.

"Masih berproses, mudah-mudahan cepat kita selesaikan untuk kita kirim berkasnya ke JPU," ucap Yusri.

Sebelumnya, penyidik telah menaikkan status pelanggaran PPKM di Holywings Kemang, Jakarta Selatan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

"Dari kepolisian penegakan hukumnya kita lakukan penyelidikan kemarin, sudah kita klarifikasi, sekarang sudah tingkat penyidikan, kita naikkan," tutur Yusri.

Dalam kasus ini, Pemprov DKI Jakarta telah menjatuhkan sanksi berupa penutupan sementara selama pelaksanaan PPKM Level 3 dan denda sebesar Rp50 juta.

Satpol PP mencatat ada sejumlah pelanggaran. Yakni, pelanggaran ketentuan pembatasan jam operasional dan kapasitas pengunjung, hingga tidak terdapat jaga jarak antarpengunjung pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, berdasarkan catatan Pemprov DKI, ini bukan kali pertama Holywings melakukan pelanggaran protokol kesehatan. Pelanggaran pertama terjadi pada Februari 2021, lalu pada Maret 2021, dan terakhir pada 4 September lalu.

(dis/DAL)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER