Ikan Belida Sumatra Terancam Punah di Sungai Musi

CNN Indonesia
Rabu, 08 Sep 2021 06:11 WIB
Ikan Belida Sumatra (Chitala hypselionatus) yang biasa digunakan sebagai bahan baku pempek, masuk daftar 19 ikan yang dilindungi KKP karena hampir punah. Tugu ikan belida di Palembang, Sumatera Selatan dengan latar belakang Jembatan Ampera. (CNN Indonesia/ Hafidz)
Palembang, CNN Indonesia --

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan daftar baru 19 ikan yang dilindungi karena terancam punah, salah satunya ikan Belida Sumatra (Chitala hypselionatus).

Ikan yang sempat menjadi bahan baku utama pembuatan pempek khas Palembang tersebut nyaris punah akibat ekosistem yang rusak.

Peneliti Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang Dina Muthmainnah menerangkan Belida Sumatra berhabitat hampir di seluruh anak Sungai Musi, yakni Sungai Ogan, Lematang, Pangkalan Lampam, dan Sungai Belido yang ada di Muara Enim. Sebagai informasi, Belida Sumatra menjadi bahan baku utama pempek hingga tahun 2000-an, populasinya terancam karena kerusakan rawa dan penangkapan berlebihan.


"Tempat menaruh telur Belida Sumatra ini biasanya di rawa. Sekarang banyak lingkungan rawa yang terdegradasi, jadi sulit dia [belida menaruh telurnya]," ujar Dina, Selasa (7/9).

Kerusakan Rawa dan Upaya Penyelamatan Belida

Kerusakan rawa, jelas Dina, disebabkan beberapa hal seperti pembangunan yang semakin meluas serta penimbunan di area rawa yang dialihfungsikan jadi pemukiman atau penggunaan lainnya.

Kisah sedih dari terancam punahnya ikan belida karena habitat yang terus tergerus itu pun didorong pula, sulitnya peneliti menemukan cara untuk mengembangbiakan secara budidaya pada hewan endemik tersebut.

Dina mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan penelitian untuk mencari indukan Belida, namun sulit didapat.

"Populasi belida juga terancam karena faktor biologi ikan itu sendiri. Faktor biologi ini dimana jumlah telur yang dihasilkan Belida semakin sedikit. Kita juga saat ini terus melakukan pencarian induk Belida untuk proses pembibitan. Namun dari komposisi ikan yang didapat, Belida sangat jarang bahkan terkadang tidak dapat," kata Dina.

Upaya meningkatkan populasi Belida sudah dilakukan pihak Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan. Pihaknya berhasil melakukan budidaya skala kecil di laboratorium namun untuk skala besar masih sangat sulit dilakukan.

Belum berhasilnya upaya pembenihan yang selama ini sudah dilakukan pun menyebabkan semakin menurunnya populasi Belida.

Belida merupakan ikan yang kerap bermigrasi dari sungai ke perairan rawa untuk mencari makan ataupun pergi untuk kawin. Karakteristik rawa yang dipengaruhi pasang surut air di kawasan Sumsel memaksa Belida selalu berpindah-pindah. Ketika kemarau tiba, biasanya Belida akan kembali ke sungai.

Selama ini, para pembudidaya Belida mengaku sangat kesulitan melakukan budidaya lantaran ikan tersebut merupakan ikan karnivora. Pakan ikan tersebut bisa berupa ikan kecil, udang, hingga serangga. Hal ini yang kerap dianggap tidak ekonomis.

"Makanannya karnivora jadi lumayan mahal dan secara ekonomi tidak menguntungkan. Kalaupun untung, sangat kecil. Makanya kebanyakan pembudidaya tidak bertahan lama. Kalau pun nanti bakal ada yang berupaya membudidayakan Belida lagi, kita akan bantu dengan menyediakan bibitnya," ungkap dia.

Kepmen KKP untuk Menyelamatkan Populasi Belida

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER