41 Jasad Kebakaran Lapas Teridentifikasi, Ops DVI Berakhir

tim, CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 00:08 WIB
Seluruh korban tewas kebakaran Lapas Kelas I Tangerang atau 41 orang berhasil diidentifikasi. Operasi Tim DVI Polri pun resmi berakhir. Seluruh korban tewas kebakaran Lapas Kelas I Tangerang atau 41 orang berhasil diidentifikasi. Operasi Tim DVI Polri pun resmi berakhir.(Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seluruh korban tewas kebakaran Lapas Kelas I Tangerang atau sebanyak 41 orang telah berhasil diidentifikasi. Operasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pun resmi berakhir.

"Karena sudah teridentifikasi semua maka tim DVI Commander Pak Hery sendiri sudah menyampaikan bahwa operasi DVI dalam rangka melakukan identifikasi terhadap kasus kebakaran Lapas kelas I Tangerang dinyatakan telah berakhir dengan hasil 41 korban dapat diidentifikasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur.
Rabu (15/9).

Rusdi mengatakan hingga saat ini sebanyak 39 jenazah telah teridentifikasi. Sementara, dua jenazah lainnya sudah dapat dikenali.


Tim DVI tinggal memastikan secara legal bahwa kedua jenazah yang tersisa merupakan milik Samuel Machado Nhavene warga negara Nigeria dan Bambang Guntara Wibisana bin Ahmad Yanan.

"Ada beberapa hal yang perlu dilengkapi lagi oleh tim DVI untuk dapat memastikan secara legalitas bahwa yang diperiksa adalah nama yang bersangkutan," kata Rusdi.

Komandan Tim DVI RS Polri Kombes Pol Hery Wijatmoko mengatakan identifikasi warga negara asing membutuhkan pemeriksaan melalui lima parameter yakni, medis, gigi, properti, sidik jari dan DNA.

Secara medis dalam arti antropologi, kata Heri, pihaknya bisa membedakan antara jenazah WNA dan WNI.

"Tadi pagi kami melakukan pemeriksaan mengambil sampel WNI dan sekarang menunggu profil warga negara Nigeria tersebut," ucap Hery.

Tim DVI Polri bekerja mengidentifikasi 41 jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang secara bertahap sejak tanggal 8 hingga 15 September.



Berikut 39 jenazah korban kebakaran lain yang berhasil diidentifikasi:

1. Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43)

2. Diyan Adi Priyana bin Kholil (44)

3. Kusnadi bin Rauf (44)

4. Bustanil Arifin bin Arwani (50)

5. Alfin bin Marsum (23)

6. Mat Idris bin Abdrismon (29)

7. Ferdian Perdana bin Sukriadi (28).

8. Hadi Wijoyo bin Sri Tunjung Pamungkas (39).

9. Rocky Purmanna bin Syafrizal Sani (28)

10. Pujiyono alias Destro bin Mundori (28)

11. Anton alias Capung bin Idal (35)

12. Lim Angie Sugianto bin Go Shong Weng (68).

13. Sarim alias Bapak bin Harkam (56)

14. Rezkil Khairi alias Padang bin Nursin (23)

15. Sumantri Jayaprana alias Ipan bin Darman (35)

16. I Wayan Tirta Utama alias Tita Utama bin Nyoman Sami (36)

17. Petra Eka alias Etus bin Suhendar (25)

18. Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo (51)

19. Rizal bin Tinggal (40)

20. Mashuri bin Hamzah (41)

21. Chendra Susanto bin Then Ho (40)

22. Eko Supriyadi bin Karidi (29)

23. Irfan bin Peter (39)

24. M Alfian Ariga bin Bunyamin Saleh (32)

25. Roman Iman Sunandar bin Sunardi (35)

26. Andi Tudin alias Paci bin Ahmad Gempa (56)

27. Marjuki bin Nipan (39)

28. Chepy Hidayat bin Didin Komarudin (32)

29. Jueni alias Juweng bin Karna (28)

30. Pajar Prio Handogo bin Sunarto (44)

31. Ajum bin Jaya (44)

32. Doni Candra bin Alinodan (38)

33. Setiawan bin Sumarna (37)

34. Hermawan bin Nunung (34)

35. Muhammad Yusuf bin Mamat (43)

36. Sugeng cahyono bin Sujono (32)

37. Mohammad Ilham bin Juyono (36)

38. Kurniawan bin Sahuri (28)

39. Hengky Gunawan Tjong bin Liu Pen Hin (35)

(iam/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK