Ditegur Jokowi soal Duit Rp1,8 T, Bobby Nasution Buka Suara

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 17:46 WIB
Wali Kota Medan, Bobby Nasution merespons teguran Presiden Jokowi dengan mengakui APBD Kota Medan yang mengendap di bank mencapai lebih dari Rp1 triliun. Wali Kota Medan Bobby Nasution ditegur oleh Presiden Jokowi lantaran serapan belanja daerah Kota Medan masih rendah. Foto: CNN Indonesia/Farida
Medan, CNN Indonesia --

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengakui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan yang mengendap di bank masih banyak. Bobby sempat ditegur oleh Presiden Jokowi lantaran serapan belanja daerah Kota Medan masih rendah.

Terkait dengan hal itu, Bobby mengklarifikasi APBD yang belum direalisasikan sebenarnya mencapai Rp1,6 triliun bukan Rp1,8 triliun. Alasan banyaknya anggaran yang tersimpan di bank, lanjutnya, bukan karena serapan anggaran Pemko Medan yang rendah namun karena ada kegiatan yang masih berjalan sehingga belum bisa dibayar.

"Memang yang di slide bedanya sedikit saja. Ini kegiatannya lagi berjalan, tapi belum selesai. Jadi belum bisa pembayaran. Kalau selesai baru ada pembayaran," kata mantu Presiden Jokowi itu, Jumat (17/9).


Selain itu, Bobby mengakui ada pula kegiatan yang memang belum berjalan.

Bobby menambahkan penyerapan anggaran sangat penting untuk menggerakkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

"Tentunya uang yang ada di sini, untuk menggerakkan ekonomi, peran APBD sangat penting di tengah pandemi ini. Ini sebisa mungkin kita gunakan untuk menggerakkan ekonomi di daerah," paparnya

Presiden Jokowi sebelumnya menegur Bobby Nasution lantaran serapan belanja daerah masih rendah. Bahkan APBD Kota Medan yang mengendap di bank mencapai Rp1,8 triliun.

Jokowi mengingatkan agar serapan belanja daerah di wilayah yang dipimpin menantunya Bobby Nasution segera direalisasikan.

"Realisasi APBD di Sumut 56 persen. Yang paling rendah di Madina 28 persen, hati-hati. APBD di bank Rp1,8 triliun yang paling besar di Medan. Nanti dicek," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda se-Sumut di Rumah Jabatan Gubernur Sumut, Kamis (16/9).

Jokowi menyebutkan dengan direalisasikan APBD, maka banyak uang yang beredar di masyarakat. Sehingga menggerakkan perekonomian daerah.

"Yang perlu dilakukan adalah realisasi APBD secepatnya di seluruh kabupaten dan kota. Agar peredaran uang di kota dan daerah semakin banyak. Segera lakukan realisasi anggaran secepatnya, sehingga menggerakkan ekonomi di daerah," ucap Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan Forkopimda se Sumatera Utara agar saat ini tak terlalu lama membiarkan APBD di bank. Sebab, saat seperti ini adalah tahun yang tidak normal atau dalam masa pandemi Covid-19.

"Jangan seperti tahun-tahun normal. Ini dua tahun yang tidak normal. Sehingga jangan terlalu lama di bank," ucapnya.

(fnr/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK