SUARA ARUS BAWAH

Rakyat Angkat Suara Dengar Bansos Tunai Covid-19 Disetop

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 06:11 WIB
Sejumlah warga menilai Mensos Risma seharusnya tak menyetop bansos tunai, karena meski kondisi PPKM sudah tak darurat, situasi belum normal dari pandemi. Ilustrasi pendistribusian bansos bagi warga terdampak Covid-19. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah RI resmi menghentikan bantuan sosial tunai (BST) Covid-19 kepada warga terdampak pandemi, terhitung mulai September 2021 ini.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan alasan penghentian BST karena pemerintah melihat roda perekonomian masyarakat sudah mulai bergerak, meski kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berjalan.

"Tidak [penyaluran BST tidak dilanjutkan], hanya dua bulan [diperpanjang] karena ada PPKM darurat Mei-Juni [2021]," kata Risma saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/9).


Atas kebijakan terbaru dari Risma itu pun, CNNIndonesia.com meminta tanggapan sejumlah warga terkait kebijakan pemberhentian BST yang dilakukan oleh pemerintah. Mereka berasal dari berbagai latar belakang seperti pedagang minuman keliling, pengemudi ojek daring, hingga pekerja swasta.

Upit (23), salah seorang karyawan SPBU di daerah Pramuka, Matraman Jakarta Timur, mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil pemerintah tersebut.

Meskipun tidak merasakan secara langsung, menurutnya program bantuan tersebut menurutnya sangat membantu bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

"Saya sih memang tidak mendapatkan karena Alhamdulillah masih mendapatkan pekerjaan selama pandemi. Tapi kan saat ini masih banyak yang belum kembali bekerja, dan bantuan itu sangat terasa manfaatnya," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/9).

Oleh karena itu dia pun berharap pemerintah dapat mengkaji kembali pemberhentian kebijakan BST tersebut. Lantaran kondisi saat ini masih belum sepenuhnya kembali normal.

Upit (23), salah seorang karyawan SPBU di daerah Pramuka, Matraman Jakarta Timur,Upit (23), salah seorang karyawan SPBU di Jakarta Timur. (CNN Indonesia/Taufik Hidayatullah)

Seorang supir bajaj Kasnawi (68) juga mengaku menyayangkan pemberhentian bantuan tersebut oleh pemerintah.

Pasalnya selama ini Kasnawi masih mengandalkan bantuan tunai dari pemerintah untuk menyambung hidup sehari-hari.

Hal ini dikarenakan anak semata wayangnya masih belum mendapatkan kembali pekerjaan tetap pasca terkena PHK masal selama pandemi Covid-19.

"PPKM emang udah enggak darurat, tapi aku ekonominya kan masih darurat. Tolonglah diperpanjang, seenggaknya sampai Covid-19 benar-benar enggak ada lagi," harapnya saat ditemui di wilayah Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

supir bajaj Kasnawi (68)Kasnawi seorang supir bajaj yang ditemui saat sedang mangkal. (CNN Indonesia/Taufik Hidayatullah)

Halaman selanjutnya.. jerit warga tak kebagian bansos meski masuk kriteria

Suara Mereka yang Tak Dapat Bansos Meski Masuk Kriteria

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK