Camat soal Anak SD Naik Styrofoam di Sungai: Sudah Biasa

CNN Indonesia
Senin, 27 Sep 2021 18:07 WIB
Camat Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir mengatakan anak-anak di desanya bahkan terbiasa berenang sejauh 120 meter menyeberangi sungai. Camat Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sulsel meminta orang tua tak mengizinkan anak-anaknya untuk menyeberang sungai menggunakan styrofoam. Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Palembang, CNN Indonesia --

Video anak sekolah dasar (SD) menyeberangi sungai menggunakan styrofoam di Desa Kuala Sungai 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan viral di media sosial.

Dalam video tersebut, mereka naik dalam sebuah kotak styrofoam, sembari mendayung dengan kedua tangannya untuk bergerak ke seberang sungai.

Camat Tulung Selapan, Jemi mengatakan pihaknya bersama kapolsek dan danramil menyambangi desa tempat anak SD tersebut. Ia pun meminta warga setempat melarang anaknya menyeberang dengan styrofoam.


"Kami imbau orang tua siswa tak lagi membiarkan anak-anak menyeberang sungai dengan styrofoam," ujar Jemi.

Jemi menyebut warga sempat terusik atas video siswa SD yang menyeberang menggunakan styrofoam tersebut viral di media sosial.

Menurutnya, perekam video tersebut merupakan warga pendatang yang bekerja di lahan tambak milik warga.

Jemi berujar kemungkinan warga tersebut tidak terbiasa melihat anak-anak tersebut menyeberang menggunakan styrofoam sehingga merekamnya.

"Anak-anak di sini sudah terbiasa dengan air. Bahkan mereka mampu menyeberangi sungai selebar 120 meter ini dengan berenang," ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Kuala Sungai Dua Belas, Hartoni mengungkapkan total penduduk di desa tersebut mencapai 540 kepala keluarga. Sebagian besar mata pencarian sebagai nelayan dan petani sarang burung walet. Warga di kawasan tersebut hidup terbiasa dengan transportasi air.

Di desa tersebut, terdapat dua SD yakni SD Dusun Darat dan Dusun Buntuan. Styrofoam yang digunakan anak-anak dalam video yang viral tersebut merupakan wadah untuk menyimpan ikan hasil tangkapan. Anak-anak sudah terbiasa menggunakan styrofoam tersebut untuk bermain di sungai.

"Itu biasa bagi anak-anak kami yang tinggal di laut seperti di sini. Kalau sehari-hari mereka diantar orang tuanya menggunakan sampan untuk bersekolah atau beraktivitas lain. Orang tuanya orang mampu, bahkan punya speedboat," ujarnya.

Hartoni mengatakan terdapat jembatan yang menjadi akses ke sekolah, namun jarang digunakan sebagai akses utama karena warga terbiasa menggunakan transportasi perairan.

"Kami yang berada di perairan seperti ini terbiasa menggunakan transportasi air karena lebih mudah aksesnya, jangan dibesar-besarkanlah," katanya.

Sebelumnya, mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengajak Politikus Partai Gerindra Fadli Zon patungan mengongkosi anak-anak SD yang menyeberang sungai dengan styrofoam, setelah Fadli mengomentari sebuah video yang diunggah oleh salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau Gus Umar di akun Twitter @UmarChelsea.

Video itu memperlihatkan tiga orang anak berseragam Sekolah Dasar (SD) lengkap menyeberangi sungai dengan menaiki styrofoam. Ketiga anak itu juga menggunakan potongan styrofoam sebagai dayung untuk menerjang derasnya aliran sungai.

Fadli dalam cuitannya bertanya terkait lokasi peristiwa tersebut. Dia juga secara sarkasme menyebut hal itu sebagai sesuatu yang luar biasa terjadi di Indonesia.

(idz/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER